back to top
Sabtu, Agustus 30, 2025
- Advertisement -spot_img
BerandaLingkunganMenteri LHK Ajak Seluruh Gubernur Promosikan Potensi Karbon Indonesia di COP30 Brazil

Menteri LHK Ajak Seluruh Gubernur Promosikan Potensi Karbon Indonesia di COP30 Brazil

Denpasar, Balienews.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq mengumumkan rencana mengumpulkan seluruh gubernur Indonesia untuk membahas dan mempromosikan potensi karbon nasional pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) di Brazil.

“Saya mengundang kehadiran para gubernur nanti bersama-sama saya, kita lakukan negosiasi, mari kita kemudian promosikan, kita jual potensi karbon kita pada acara COP30 di Brazil beberapa bulan ke depan ini,” kata Hanif Faisol dalam pidato daring saat membuka Pekan Iklim Bali 2025, Senin (25/8).

Indonesia Usung Tema High Integrity Carbon

Dalam forum COP30 mendatang, Indonesia akan mengusung tema High Integrity Carbon sebagai wujud komitmen dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan implementasi Paris Agreement.

Menurut Hanif, tema tersebut menegaskan kesiapan Indonesia menjadi negara yang menghadirkan kepatuhan tinggi dalam pasar karbon global.

“Tema ini menunjukkan bahwa Indonesia telah menyiapkan diri menjadi negara yang menghadirkan kepatuhan terkait Paris Agreement di dalam pasar karbon,” jelasnya.

Dukungan Kepala Daerah Sangat Diperlukan

Hanif menegaskan pentingnya dukungan gubernur dalam memetakan serta mempromosikan potensi karbon daerah masing-masing.

Menurutnya, langkah ini akan mempercepat akselerasi Indonesia dalam perdagangan karbon internasional yang kini semakin diakui dunia.

“Kami akan mengundang para gubernur untuk mempromosikan potensi-potensi yang bisa kemudian dilakukan perdagangannya, dibangun nilai ekonomi karbonnya, tapi dengan satu tujuan yaitu pencapaian emisi nol bersih,” ujarnya.

Peringatan Soal Praktik Rent Seeking

Meski begitu, Hanif mengingatkan agar para kepala daerah tidak terjebak dalam praktik mencari rente atau keuntungan pribadi dari mekanisme pendanaan global terkait karbon. Dana yang diperoleh, tegasnya, harus diprioritaskan untuk pemulihan lingkungan.

“Ini saya mensinyalir di antara kita masih berlaku sebagai rentseeker-rentseeker yang menggunakan keuntungan-keuntungan pribadi di dalam melihat situasi potensi karbon yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Momentum di Bulan Kemerdekaan

Menutup pidatonya, Hanif mengajak seluruh kepala daerah untuk menunjukkan kepemimpinan dan kepahlawanan dalam bulan kemerdekaan ini dengan menempatkan kepentingan iklim di atas kepentingan pribadi.

“Tujuan pembangunan nilai ekonomi karbon adalah benar-benar untuk mencapai pengurangan emisi paling tidak dari sisi Indonesia,” tegasnya. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI