Bangli, Balienews.com — Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangli resmi memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bagian dari upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan pemerintah daerah.
Sertifikat ini diberikan setelah evaluasi ketat terhadap dapur penyedia makanan bergizi bagi pelajar dan kelompok rentan di wilayah Bangli, Jumat (1/11).
Program MBG Sudah Berjalan di Tiga Kecamatan
Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli I Dewa Bagus Riana Putra, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG, menyebut program ini telah berjalan di tiga kecamatan, yakni Bangli, Tembuku, dan Susut.
“Saat ini ada sembilan SPPG yang telah mengantongi sertifikat laik higiene, terdiri atas empat di Kecamatan Bangli, tiga di Tembuku, dan dua di Susut,” ujarnya usai rapat pengawasan dan evaluasi di Bangli.
Ia menambahkan, total terdapat 10 unit dapur MBG di Bangli, namun satu SPPG lainnya masih dalam proses pemenuhan sertifikat.
Kintamani Masih Kekurangan SPPG
Meski program terus berkembang, wilayah Kintamani disebut masih belum memiliki dapur aktif. Riana Putra menilai Bangli masih membutuhkan delapan unit SPPG tambahan, terutama di Kintamani yang memiliki wilayah luas dan populasi pelajar tinggi.
“Ini kebutuhan mendesak agar program makan bergizi bisa merata di seluruh kecamatan,” tegasnya.
Pemerintah daerah pun akan berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan SPPG baru di kawasan tersebut.
Pengawasan Ketat Menu dan Keamanan Pangan
Kepala Dinas Kesehatan Bangli I Nyoman Arsana memastikan bahwa seluruh menu MBG telah melalui pengawasan gizi dan kesehatan yang ketat.
Setiap menu disusun oleh ahli gizi dan juru masak profesional, dengan pengawasan puskesmas untuk mencegah risiko seperti keracunan makanan.
Libatkan Sekolah dan Evaluasi Rutin
Koordinator Wilayah SPPG Bangli Ni Komang Satya Ayuta Pramiyogi menuturkan, selain menyiapkan menu bergizi, pihaknya juga melakukan evaluasi harian dan pelaporan rutin ke Badan Gizi Nasional.
Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
“Kami menjamin seluruh proses, mulai dari produksi, distribusi, hingga sanitasi, sesuai standar dan berjalan lancar,” ujarnya.
Dorong Pemerataan Gizi di Bangli
Dengan dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap Program MBG dapat terus diperluas agar seluruh masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, memperoleh akses gizi yang merata dan aman. (BEM)




