back to top
Senin, Februari 23, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahDenpasar Festival 2025 Digelar 20–23 Desember, Usung Tema Mulat Sarira dan Zero...

Denpasar Festival 2025 Digelar 20–23 Desember, Usung Tema Mulat Sarira dan Zero Waste

Denpasar, Balienews.com – Denpasar Festival (Denfest) ke-18 kembali digelar di kawasan Catur Muka, Kota Denpasar, pada 20–23 Desember 2025, sebagai event tahunan penutup tahun.

Mengusung tema “Mulat Sarira – Hening Jiwa, Eling Rasa”, festival ini menghadirkan ruang kontemplasi, edukasi, seni, dan ekonomi kreatif dengan konsep street festival yang menekankan kesadaran diri, budaya, dan lingkungan.

Ruang Temu Publik di Titik Nol Kota Denpasar

Denfest kembali memanfaatkan ruas jalan dan ruang terbuka hijau di titik nol Kota Denpasar sebagai ruang temu publik. Festival ini menjadi etalase kreativitas masyarakat, sekaligus ruang berekspresi seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang selalu dinantikan warga maupun wisatawan.

Makna Tema Mulat Sarira di Usia ke-18 Denfest

Tema Mulat Sarira lahir dari sejumlah momentum penting. Pertama, Denfest memasuki usia ke-18 tahun yang dimaknai sebagai fase kedewasaan dan kesadaran diri.

Kedua, kehadiran Monumen Puputan Badung yang telah direstorasi memberikan latar reflektif, menghubungkan spirit perjuangan masa lalu dengan visi masa depan.

Baca Juga :  Kasanga Festival 2025 Resmi Dibuka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Ramaikan Denpasar

Ketiga, pesan alam yang mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi dalam kehidupan kota yang terus berkembang.

Selaras dengan Filosofi Tri Hita Karana

Tema tersebut sejalan dengan nilai Tri Hita Karana, filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Mulat Sarira dimaknai sebagai refleksi kolektif melalui hening jiwa untuk menumbuhkan eling rasa, yakni kesadaran batin, empati sosial, dan kepedulian lingkungan.

Dorong Ekonomi Kreatif dan Transaksi Publik

Selain menjadi ruang apresiasi seni dan budaya, Denfest juga berperan sebagai ruang transaksi publik yang menggerakkan roda perekonomian.

Festival ini menjadi medium komunikasi publik untuk menyuarakan pesan kesadaran sosial dan lingkungan kepada seluruh pemangku kepentingan kota.

Denfest sebagai Role Model Festival Zero Waste

Komitmen lingkungan diwujudkan dengan menjadikan Denfest sebagai role model festival zero waste. Panitia membentuk waste department khusus untuk pengelolaan sampah di lokasi acara.

Edukasi pengelolaan sampah juga dibuka bagi masyarakat dan pelajar, didukung sarana seperti 20 tebe modern di sekitar Lapangan Puputan Badung.

Baca Juga :  Kasanga Festival 2025 Resmi Dibuka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Ramaikan Denpasar

Pembukaan Khidmat di Monumen Puputan Badung

Denfest ke-18 digelar selama empat hari dan diawali dengan inaugurasi pembukaan di area Monumen Puputan Badung yang telah direvitalisasi.

Acara pembukaan berlangsung pukul 18.30 Wita, diiringi garapan musik dan tari Palawara Musik Company, mengangkat pesan sastra Cokorda Mantuk Ring Rana, serta penampilan lagu Karma oleh Tri Utami.

Dua Panggung Utama dan Ragam Atraksi Jalanan

Selama penyelenggaraan, Denfest menghadirkan dua panggung utama, yakni panggung musik dan panggung budaya. Sebanyak 30 grup musik dan 16 penampilan seni budaya turut meramaikan acara.

Sebagai street festival, Denfest juga dimeriahkan dengan cosplay walk parade, fashion show melingkar di kawasan Catur Muka, lukis wajah kartun, hingga permainan cahaya di malam hari.

157 UMKM Lolos Kurasi Profesional

Denfest juga menjadi ruang edukasi publik melalui workshop, lomba fotografi, serta edukasi pengelolaan sampah terpadu. Tahun ini, 157 UMKM yang lolos kurasi profesional turut berpartisipasi.

Baca Juga :  Kasanga Festival 2025 Resmi Dibuka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Ramaikan Denpasar

Proses kurasi melibatkan Indonesian Chef Association (ICA) untuk produk kuliner dan kopi, serta Disperindag Kota Denpasar untuk kategori fesyen, kriya, dan agro.

Tiga Zona Utama Denfest 2025

Area Denfest dibagi menjadi tiga zona utama:

  • Zona Lapangan: Lapangan Puputan Badung dan Wantilan Museum Bali untuk panggung utama, panggung budaya, dan UMKM kuliner kekinian.
  • Zona Gajah Mada: Patung Catur Muka dan Jalan Gajah Mada barat untuk UMKM kuliner heritage, kopi, fashion show, dan cosplay parade.
  • Zona Jalan Veteran: Area depan Inna Bali Hotel untuk UMKM fesyen, kriya, dan agro.

Komitmen Pemkot Denpasar Jaga Budaya dan Kreativitas

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan Denpasar Festival merupakan wujud komitmen pemerintah kota dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di tengah modernisasi.

Denfest disebutnya sebagai ruang kreatif yang mempertemukan tradisi dan kekinian, lokal dan global, serta membawa memori masa lalu sebagai pijakan menuju masa depan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI