back to top
Rabu, Januari 7, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaPeristiwaKapal Pinisi Tenggelam di Perairan Serangan, Seluruh Kru Selamat

Kapal Pinisi Tenggelam di Perairan Serangan, Seluruh Kru Selamat

Denpasar, Balienews.com — Kecelakaan laut menimpa kapal pinisi Sharandy Of De Seas di Perairan Serangan, Pelabuhan Serangan, Kota Denpasar, pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 10.30 Wita.

Insiden terjadi saat kapal dalam kondisi lego jangkar dan menjalani perbaikan, akibat angin kencang disertai hujan lebat. Meski kapal tenggelam, seluruh kru dan teknisi berhasil selamat tanpa korban jiwa.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun hingga kini, kapal masih berada di dasar laut dengan titik koordinat -8°43’13” LS dan 115°14’27” BT.

“Nihil adanya korban tenggelam pada saat kapal Sharandy Of De Seas tenggelam. Semua kru dan teknisi kapal dalam keadaan selamat,” ujar Sukadi dalam keterangan tertulis.

Baca Juga :  PLN Bali Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem

Kronologi Kapal Pinisi Tenggelam

Menurut Sukadi, kapal pinisi tersebut diawaki empat orang kru, yakni Kamarudin (38) selaku mualim II, Amirallah (52) sebagai kepala kamar mesin (KKM), Irman Susanto (26) juru minyak kapal, dan Abu Bakar (26) kelasi. Keempat kru itu tengah mengawasi delapan orang teknisi yang melakukan perbaikan kapal.

Cuaca ekstrem tiba-tiba melanda kawasan Perairan Serangan. Angin kencang dari arah barat disertai hujan deras menyebabkan kapal miring ke sisi kiri, sebelum akhirnya perlahan tenggelam.

Kru dan Teknisi Dievakuasi ke Pantai Serangan

Mengetahui kapal tidak dapat diselamatkan, seluruh kru dan teknisi meloncat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian dievakuasi petugas menggunakan kapal sekoci menuju daratan Pantai Serangan dalam kondisi selamat.

Baca Juga :  Banjir dan Pohon Tumbang Landa Bali Akibat Hujan Lebat Ekstrem

Polisi Koordinasi Angkat Kapal dari Dasar Laut

Saat ini, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Syahbandar Pelabuhan Serangan untuk melakukan langkah pengangkatan kapal. Aparat juga terus memantau kondisi di lokasi kejadian.

“Petugas di lapangan memonitor agar keberadaan kapal tidak mengganggu arus pelayaran dan mencegah pencemaran laut akibat potensi tumpahan minyak,” jelas Sukadi. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI