Badung, Balienews.com — Tragedi kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Seorang pemuda berinisial MKA (21) diduga mengakhiri hidupnya di lokasi tersebut pada Jumat pagi, 2 Januari 2026.
Dugaan itu menguat setelah polisi menemukan jasad korban di bawah jembatan dan sejumlah petunjuk di sekitar lokasi kejadian.
Korban ditemukan meninggal dunia setelah warga melaporkan adanya sepeda motor terparkir tanpa pemilik di pinggir jalan jembatan. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan evakuasi bersama tim gabungan.
Kronologi Awal Penemuan di Lokasi
Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya menjelaskan, laporan dari masyarakat diterima sekitar pukul 06.32 Wita. Warga mencurigai sebuah sepeda motor yang terparkir dengan kondisi kunci masih terpasang, serta helm dan tas berada di lokasi.
“Setelah dicek melalui rekaman CCTV, yang bersangkutan terlihat melintas di jembatan sekitar pukul 02.30 Wita,” ujar Arnaya di lokasi kejadian.
Kecurigaan semakin menguat setelah petugas menemukan sepasang sandal yang berada di atas pagar jembatan sisi selatan.
Pesan WhatsApp ke Orang Tua Jadi Petunjuk Penting
Selain barang-barang pribadi, polisi juga menemukan pesan WhatsApp terakhir di ponsel korban yang dikirim kepada orang tuanya.
Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan permohonan maaf dan sempat menginformasikan lokasi keberadaannya sekitar pukul 03.00 Wita.
Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan bersama warga langsung melakukan penyisiran ke area bawah jembatan.
Jasad Ditemukan dan Dievakuasi Tim Gabungan
Upaya pencarian membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah jembatan bagian selatan pada pukul 07.51 Wita.
“Evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Petang dan memakan waktu sekitar satu setengah jam karena medan yang cukup terjal,” jelas Arnaya.
Sekitar pukul 10.15 Wita, jasad korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menggunakan ambulans PMI Badung ke RSUD Mangusada, Badung, untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi Masih Dalami Motif Kejadian
Polisi menyatakan motif pasti masih dalam proses pendalaman. Namun, dari isi pesan di ponsel korban, terdapat indikasi persoalan keluarga.
“Motifnya belum bisa kami pastikan. Dari pesan yang ditemukan ada permintaan maaf kepada orang tua. Dugaan sementara berkaitan dengan masalah keluarga, dan pihak keluarga telah mengikhlaskan,” pungkas Arnaya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda.
Dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan agar persoalan pribadi tidak berujung pada tindakan yang membahayakan diri sendiri. (BEM)
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk kepentingan informasi publik dan tidak dimaksudkan untuk mendorong atau meniru tindakan serupa.
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan mental, perasaan putus asa, atau pikiran menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.




