back to top
Senin, Januari 19, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahLegenda Drama Gong Bali Prof I Wayan Sugita Tutup Usia

Legenda Drama Gong Bali Prof I Wayan Sugita Tutup Usia

Gianyar, Balienews.com – Dunia seni pertunjukan Bali dan pendidikan Hindu berduka. Seniman drama gong legendaris sekaligus Guru Besar Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof Dr Drs I Wayan Sugita, MSi, meninggal dunia pada Rabu malam, 7 Januari 2026, di RSU Wangaya, Denpasar, setelah mengalami komplikasi penyakit.

Kepergian tokoh ikonik drama gong ini meninggalkan duka mendalam bagi seniman, akademisi, dan masyarakat adat Bali.

Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.30 Wita usai menjalani perawatan intensif akibat gangguan pernapasan yang dipicu riwayat penyakit jantung dan stroke.

Semasa hidupnya, Prof Sugita dikenal luas sebagai pemeran Patih Agung, karakter antagonis yang kuat dan karismatik dalam pentas drama gong Bali lintas generasi.

Kronologi Wafatnya Prof I Wayan Sugita

Putra almarhum, Gede Tilem Pastika, mengungkapkan bahwa ayahnya sempat dirawat akibat infeksi paru-paru dan menunjukkan perkembangan positif hingga dipulangkan ke rumah pada 2 Januari 2026.

“Namun kondisi beliau tiba-tiba menurun di rumah. Sore kemarin kembali dilarikan ke IGD karena penumpukan lendir di tenggorokan yang masuk ke paru-paru. Terjadi henti napas dan henti jantung,” ujar Tilem Pastika.

Riwayat penyakit jantung yang diderita sejak 1998, serta stroke pada 2017 dan stroke berulang pada 22 Desember 2025, turut memperberat kondisi kesehatan almarhum hingga akhir hayatnya.

Jejak Awal dan Kiprah di Dunia Drama Gong Bali

Prof I Wayan Sugita lahir di Banjar Bukit Batu, Desa Samplangan, Gianyar, pada 8 Mei 1965. Meski tidak menempuh pendidikan seni secara formal, kecintaan dan ketekunannya terhadap seni tradisional Bali mengantarkannya menjadi figur sentral dalam dunia drama gong.

Namanya mulai bersinar sejak 1984, saat meraih penghargaan Pemeran Pria Utama Terbaik dalam Festival Drama Gong Remaja se-Bali. Pada tahun yang sama, ia tampil bersama Sekaa Drama Gong Saraswati mewakili Kabupaten Gianyar dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meraih Juara II.

Peran Patih Agung yang Melekat Sepanjang Masa

Dari perjalanan tersebut, Sugita kemudian menghimpun para pemenang festival dan mendirikan Panjamu Asrama, yang menjadi tonggak penting kiprahnya di dunia seni pertunjukan Bali.

Perannya sebagai Patih Agung, tokoh antagonis yang tegas, berwibawa, dan berkarakter kuat, menjadi ciri khas yang melekat dalam ingatan publik dan menjadikannya legenda drama gong Bali.

Prestasi Bersama Sekaa Drama Gong Ternama

Dalam pengabdiannya, Prof Sugita membina dan bergabung dengan sejumlah sekaa drama gong ternama, di antaranya Wira Bhuana, Kerthi Bhuana, Bintang Remaja Gianyar, dan Bandana Budaya.

Bersama Bintang Remaja Gianyar, ia sukses mengantarkan sekaa tersebut meraih Juara I PKB 1993. Prestasi berlanjut saat Bandana Budaya yang dibinanya meraih Juara II PKB 1994, serta membawa sekaa drama gong duta Kota Denpasar meraih Juara I PKB 1995.

Dedikasi di Dunia Akademik dan Desa Adat

Selain sebagai seniman, almarhum juga mengabdikan diri di dunia akademik sebagai dosen di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Puncak karier akademiknya diraih saat dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Oktober 2023.

Di luar kampus dan panggung seni, Prof Sugita dikenal aktif dalam kehidupan Desa Adat Bukit Batu, Gianyar. Hingga akhir hayatnya, ia masih menjabat sebagai Kerta Desa dengan masa tugas hingga 2030.

Bendesa Adat Bukit Batu, I Kadek Sutama, menyebut almarhum sebagai sosok panutan. “Beliau figur legenda yang mengharumkan nama Bukit Batu. Walau tinggal di Denpasar, beliau tetap aktif pulang dan ngayah di desa,” ujarnya.

Kepergian Prof I Wayan Sugita meninggalkan warisan besar bagi seni pertunjukan Bali dan pendidikan Hindu. Dedikasi, keteladanan, dan pengabdiannya akan terus dikenang oleh generasi penerus. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI