Balienews.com – Varian baru influenza yang dikenal sebagai super flu dilaporkan telah masuk ke Indonesia sejak Agustus 2025. Virus ini merupakan influenza A H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan sangat cepat dan gejala lebih berat dibandingkan flu musiman, sehingga menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan RI, WHO, serta otoritas kesehatan global, terutama karena berisiko tinggi pada anak-anak dan lansia.
Apa Itu Super Flu?
Melansir dari laman halodoc, Super flu adalah istilah populer untuk menyebut varian influenza A H3N2 subclade K yang bersifat lebih agresif.
Varian ini pertama kali teridentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini telah menyebar ke lebih dari 80 negara.
Mutasi genetik pada virus membuatnya lebih efektif menginfeksi sel saluran pernapasan manusia, sehingga mempercepat penyebaran di tengah populasi.
Di Amerika Serikat, jutaan orang dilaporkan terinfeksi, dengan puluhan ribu kasus rawat inap dalam waktu singkat.
Meski bukan istilah medis resmi, sebutan “super flu” digunakan untuk menggambarkan tingkat penularan dan keparahan gejala yang lebih tinggi dibanding influenza musiman.
Sebaran Kasus Super Flu di Indonesia
Hingga akhir Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 62 kasus super flu yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).
Kasus tersebut telah menyebar di delapan provinsi, dengan jumlah tertinggi ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Mayoritas kasus teridentifikasi pada anak-anak dan perempuan. Namun, para epidemiolog menilai angka tersebut berpotensi merupakan fenomena gunung es, mengingat keterbatasan surveilans genomik di Indonesia.
Gejala Khas Super Flu yang Lebih Berat
Gejala super flu cenderung lebih berat dibandingkan influenza biasa. Beberapa tanda klinis yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam sangat tinggi
Suhu tubuh dapat mencapai 39–41 derajat Celsius, jauh di atas flu musiman. - Nyeri otot dan sendi hebat
Tubuh terasa sangat lemas (lethargy) hingga sulit beraktivitas. - Sakit kepala berat
Intensitas nyeri lebih kuat dibanding pusing biasa. - Gangguan tenggorokan dan batuk kering
Sakit tenggorokan tajam disertai batuk kering yang menetap.
Kombinasi demam di atas 39 derajat dan kelelahan ekstrem menjadi tanda peringatan untuk segera mencari pertolongan medis.
Apakah Super Flu Mematikan?
Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi terkini, super flu tidak meningkatkan angka kematian secara signifikan dibanding influenza musiman. Namun, risiko komplikasi tetap tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, penderita penyakit penyerta (asma, diabetes, jantung), dan Ibu hamil.
Komplikasi serius seperti pneumonia dan infeksi pernapasan akut berat dapat terjadi jika tidak ditangani dengan cepat di fasilitas kesehatan.
Pencegahan Super Flu dan Efektivitas Vaksin
Upaya pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran super flu. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Vaksinasi influenza tahunan
Meski vaksin masih berbasis H3N2 lama, efektivitasnya tetap cukup baik untuk mencegah gejala berat, sekitar 70 persen pada anak dan 40 persen pada dewasa. - Penerapan protokol kesehatan
Gunakan masker di tempat ramai, rajin mencuci tangan, serta terapkan etika batuk dan bersin. - Isolasi mandiri saat sakit
Segera beristirahat di rumah jika mengalami gejala flu untuk memutus rantai penularan.
Meningkatnya kasus super flu di Indonesia menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit menular.
Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan langkah pencegahan, risiko komplikasi dapat ditekan. Jangan ragu berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk. (BEM)




