back to top
Kamis, Februari 5, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaPeristiwaKerauhan Massal Terjadi di SMPN 2 Marga, Belasan Siswa Sempat Pingsan

Kerauhan Massal Terjadi di SMPN 2 Marga, Belasan Siswa Sempat Pingsan

Tabanan, Balienews.com – Peristiwa kerauhan massal melibatkan sekitar 15 siswa putri terjadi di SMP Negeri 2 Marga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (4/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Kejadian tersebut berlangsung saat kegiatan rutin literasi sekolah dan kini dipastikan telah tertangani dengan kondisi sekolah kembali kondusif.

Pihak sekolah langsung melakukan penanganan darurat dibantu warga sekitar dan pemangku setempat. Untuk mengantisipasi kejadian lanjutan, seluruh siswa dipulangkan lebih awal setelah menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kronologi Kejadian Kerauhan Massal

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Marga, Ni Made Dian Kurnia, S.Pd., M.Pd., menjelaskan peristiwa bermula saat seluruh siswa mengikuti kegiatan rutin hari Rabu, diawali persembahyangan Tri Sandya, pembacaan visi dan misi sekolah, sebelum masuk sesi literasi.

Di tengah kegiatan tersebut, seorang siswa tiba-tiba jatuh pingsan dan dibawa ke ruang kesehatan sekolah.

Namun tak berselang lama, siswa tersebut berteriak dan mengalami kerauhan, yang kemudian menular ke belasan siswa putri lainnya.

Penanganan Dibantu Warga dan Pemangku

Karena jumlah siswa yang mengalami kerauhan cukup banyak, pihak sekolah sempat meminta bantuan warga sekitar untuk membantu proses penanganan dan penenangan.

Penanganan kemudian dilakukan secara niskala oleh jro mangku, setelah itu kondisi para siswa berangsur pulih.

“Astungkara kondisi sudah kondusif. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh siswa kami pulangkan pukul 09.30 Wita setelah menerima MBG. Orang tua juga langsung kami hubungi untuk menjemput,” ujar Dian Kurnia.

Dugaan Pemicu Kerauhan

Menurut keterangan pihak sekolah, salah satu siswa yang mengalami kerauhan sempat mengucapkan kata-kata “panas… panas… sampunang uyak nira” sambil menunjuk ke arah bebaturan di sebelah barat sekolah, tepatnya di pinggir Telabah Anyar, saluran irigasi Subak Delod Kukuh.

Di lokasi tersebut terdapat bebaturan yang biasa digunakan untuk aktivitas mebanten oleh pegawai sekolah. Berdasarkan kepercayaan setempat, sarana banten di lokasi tersebut seharusnya hanya menggunakan canang dengan rarapan tanpa dupa. Namun diduga ada aktivitas persembahyangan yang menggunakan dupa.

“Hal ini masih akan kami konfirmasi kembali kepada pemangku. Kami juga akan memberikan edukasi kepada siswa agar tata cara sembahyang semakin diperhatikan,” jelasnya.

Sekolah Rencanakan Upacara Guru Piduka

Dari informasi yang dihimpun, SMPN 2 Marga yang berdiri di atas lahan seluas 91 are ini pernah menggelar Upacara Rsi Gana (pecaruan gede) sekitar 20 tahun lalu, menyusul kejadian serupa di masa lalu.

Menyikapi kejadian terbaru ini, pihak sekolah berencana melakukan langkah penyeimbangan sekala dan niskala dengan menggelar Upacara Guru Piduka di Padma Sekolah dan Tugu Karang.

Upacara ini sebagai bentuk permohonan maaf dan matur piuning agar proses belajar mengajar berjalan aman dan lancar bagi 637 siswa.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemangku Pura Dangka karena sekolah ini masih dalam wewidangan Pura Dangka. Rencananya Sabtu ini atau saat Tumpek Uye, namun masih kami pastikan apakah masuk hari baik,” ungkapnya.

Aktivitas Belajar Kembali Normal

Pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar akan kembali berjalan normal keesokan harinya. Sekolah berharap dengan upaya penyeimbangan tersebut, lingkungan sekolah tetap aman, tenang, dan kondusif.

“Kami berharap suasana sekolah tetap harmonis sehingga proses pendidikan dapat berjalan optimal,” pungkas Dian Kurnia. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI