Balienews.com – Robot humanoid China kembali mencuri perhatian dunia setelah menampilkan aksi kungfu, tari pedang, hingga salto dalam acara tahunan CCTV Spring Festival Gala saat perayaan Imlek 2026 di China.
Aksi tersebut melibatkan robot buatan empat perusahaan robotik China—Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab—yang tampil di panggung nasional, menunjukkan peningkatan signifikan dalam keseimbangan, kelenturan, dan koordinasi gerak.
Pertunjukan ini digelar saat perayaan Tahun Baru Imlek di China, ditonton jutaan pemirsa televisi, dan menjadi sorotan media internasional seperti Al Jazeera dan NBC News.
Aksi Kungfu dan Tari Pedang yang Makin Natural
Lebih dari selusin robot humanoid produksi Unitree tampil berpasangan dengan manusia dalam rangkaian gerakan kungfu.
Mereka memperagakan adegan pertarungan, kuda-kuda, hingga ayunan tongkat dan nunchaku dengan gerakan yang terlihat natural dan luwes.
Tak hanya itu, beberapa robot mampu melakukan salto berulang kali secara stabil. Bahkan ketika terjatuh, robot-robot tersebut dapat bangkit kembali dengan cepat, menandakan sistem keseimbangan dan kontrol motorik yang semakin matang.
Dalam salah satu segmen, robot juga menari pedang dengan menggenggam senjata secara kuat dan stabil. Gerakan tangan mereka kini lebih fleksibel, mampu bergerak ke berbagai arah secara alami—menghapus kesan kaku yang selama ini melekat pada robot humanoid.
Tampil Komedi dan Tarian Sinkron
Selain aksi bela diri, empat robot dari Noetix tampil dalam segmen komedi bersama aktor manusia.
Sementara itu, robot dari MagicLab membawakan tarian sinkron ketika lagu “We Are Made in China” diputar.
Kolaborasi manusia dan robot di atas panggung menjadi simbol kemajuan teknologi robotik China yang semakin percaya diri tampil di ruang publik.
Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Arah ke Industri
Meski tampil spektakuler di panggung hiburan, pengembangan robot humanoid China sejatinya ditujukan untuk kebutuhan industri dan manufaktur.
Kemampuan gerak yang luwes, koordinasi banyak unit robot sekaligus, hingga presisi dalam memegang objek kecil menjadi fondasi penting untuk aplikasi nyata di pabrik dan pusat logistik.
Saat ini, penerapan robot humanoid di dunia nyata masih terbatas pada proyek percontohan yang didukung kontrak atau kerja sama khusus.
Namun, tren ini menunjukkan arah jelas bahwa robot humanoid akan memainkan peran penting dalam otomasi industri masa depan.
Robot Humanoid China Naik Level
Sebelumnya, robot humanoid China sempat viral karena mengikuti marathon dan bahkan mampu berenang. Kini, dengan kemampuan kungfu, tari pedang, dan salto stabil, level teknologi mereka dinilai melonjak signifikan.
Perkembangan ini mempertegas posisi China sebagai salah satu pemain utama dalam industri robotika global. (BEM)




