Badung, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan resmi mengumumkan pemenang Badung Caka Fest 2026, Rabu (11/3/2026). Ajang lomba ogoh-ogoh yang diikuti puluhan sekaa teruna dari berbagai desa adat di Badung ini menetapkan ST Tunas Remaja Banjar Umahanyar, Desa Adat Penarungan, Kecamatan Mengwi sebagai Juara 1 melalui karya berjudul Meguru Satua dengan nilai 914,00.
Pengumuman ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian penilaian festival yang menjadi bagian dari perayaan menjelang Hari Raya Nyepi.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri melalui beberapa tahap, termasuk penilaian ogoh-ogoh statis dan pertunjukan fragmentari yang memadukan seni tari, cerita, dan visual ogoh-ogoh.
ST Tunas Remaja Juara Badung Caka Fest 2026
Berdasarkan hasil penilaian resmi dewan juri, berikut daftar pemenang Badung Caka Fest 2026, dikutip dari Instagram Badung Caka Fest:
Juara Utama
- Juara 1: ST Tunas Remaja – Banjar Umahanyar, Desa Adat Penarungan, Mengwi
Karya: Meguru Satua – Nilai 914,00 - Juara 2: ST Bhuana Kusuma – Banjar Peken, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan
Karya: Manutur – Nilai 895,00 - Juara 3: ST Bhakti Darma – Banjar Kangin, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan
Karya: Kala Bendu – Nilai 855,00
Kategori Juara Harapan
- Harapan 1: ST Putra Laksana – Banjar Bersih, Desa Adat Tegal, Darmasaba, Abiansemal
Karya: Prayatna – Nilai 828,00 - Harapan 2: ST Putra Dharma Jati – Banjar Batubelig Kangin, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara
Karya: Bergah – Nilai 814,00 - Harapan 3: ST Bhakti Yowana – Banjar Banjaran, Desa Adat Abiansemal, Kec. Abiansemal
Karya: Prahara Ning Candra Gohmuka – Nilai 813,00
Panitia Tegaskan Keputusan Juri Final
Ketua Panitia Badung Caka Fest 2026, Ida Bagus Munika, menegaskan bahwa pengumuman tersebut merupakan hasil resmi penilaian dewan juri yang telah bekerja sejak awal rangkaian festival.
Menurutnya, panitia hanya menyampaikan hasil yang telah diputuskan oleh para juri setelah melalui proses penilaian terhadap seluruh karya peserta.
“Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat. Itu merupakan kewenangan penuh dewan juri, dan panitia hanya mengumumkan hasil yang telah menjadi tanggung jawab mereka,” ujarnya.
Penilaian Ogoh-Ogoh dan Fragmentari
Salah satu juri fragmentari, I Gede Oka Surya Negara, menjelaskan bahwa penilaian festival dilakukan melalui dua tahapan utama.
Pertama, penilaian ogoh-ogoh statis, yakni menilai bentuk, detail, dan estetika karya saat dalam posisi diam.
Tahap kedua adalah penilaian fragmentari, yaitu pertunjukan yang memadukan ogoh-ogoh dengan seni pendukung seperti tari dan dramatari.
Dalam penilaian fragmentari, juri memperhatikan beberapa aspek penting, antara lain:
- Koreografi, menilai penataan gerak tari dan teknik para penampil
- Keserasian, melihat keterpaduan cerita, tokoh, dan ogoh-ogoh
- Inovasi, menilai kreativitas peserta dalam mengembangkan tradisi
Ia menambahkan, inovasi menjadi nilai penting dalam festival karena menunjukkan bagaimana generasi muda mampu mengolah tradisi melalui ide kreatif, penggunaan properti, serta pengembangan cerita.
Festival Ogoh-Ogoh Dorong Kreativitas Sekaa Teruna
Badung Caka Fest menjadi salah satu ajang penting bagi sekaa teruna di Kabupaten Badung untuk menampilkan kreativitas seni tradisional, khususnya dalam pembuatan ogoh-ogoh yang sarat nilai budaya dan filosofi Bali.
Festival ini juga diharapkan dapat terus mendorong generasi muda menjaga dan mengembangkan tradisi menjelang Nyepi melalui karya seni yang inovatif. (BEM)




