Jakarta, Balienews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan lonjakan harga minyak dunia yang sempat mendekati 100 dolar AS per barel tidak akan mengguncang stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan ini disampaikan usai berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait dampak kenaikan harga energi global terhadap fiskal Indonesia, di Jakarta, Jumat (27/3). Pemerintah disebut telah menyiapkan berbagai skenario dan langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan APBN.
APBN Tetap Stabil di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Purbaya menegaskan bahwa kondisi APBN masih dalam batas aman meskipun harga minyak dunia mengalami tekanan signifikan.
Ia mengungkapkan, Presiden sempat menanyakan kondisi fiskal negara di tengah kenaikan harga minyak. Purbaya pun menjawab optimistis bahwa APBN tetap terkendali.
“Presiden tanya ‘Gimana APBN?’. Saya jawab, ‘Aman Pak!’,” ujarnya.
Pemerintah Siapkan Skenario Antisipatif
Kementerian Keuangan telah menghitung berbagai kemungkinan jika harga minyak terus naik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga di tengah dinamika global, khususnya tekanan dari sektor energi.
Pemerintah juga telah menyiapkan strategi mitigasi guna mengantisipasi risiko yang dapat memengaruhi APBN.
Skenario Terburuk: Minyak Tembus 115 Dolar AS
Dalam skenario pesimistis, harga minyak dunia diperkirakan bisa mencapai 115 dolar AS per barel. Kondisi ini berpotensi diiringi pelemahan nilai tukar rupiah hingga Rp17.500 per dolar AS.
Meski demikian, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2 persen dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 7,2 persen, defisit APBN diperkirakan berada di level 4,06 persen.
Optimisme Pemerintah Jaga Ketahanan Fiskal
Purbaya menekankan bahwa seluruh skenario tersebut telah diperhitungkan secara matang. Pemerintah optimistis mampu menjaga keseimbangan fiskal meski menghadapi tekanan eksternal.
Stabilitas APBN dinilai tetap terjaga berkat kombinasi kebijakan yang adaptif dan perencanaan yang komprehensif.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, pemerintah memastikan APBN tetap tangguh menghadapi gejolak global. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti perkembangan kebijakan ekonomi nasional. (BEM)




