back to top
Jumat, Februari 27, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahRai Wahyuni Sanjaya Wisuda 230 Lansia Tabanan: Tekankan Belajar Tak Mengenal Usia

Rai Wahyuni Sanjaya Wisuda 230 Lansia Tabanan: Tekankan Belajar Tak Mengenal Usia

Tabanan, Balienews.com — Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, mewisuda 230 peserta Sekolah Lanjut Usia (Lansia) se-Kabupaten Tabanan pada Senin, 8 Desember 2025, di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan.

Acara ini digelar untuk mengoptimalkan program Bina Keluarga Lansia (BKL), sekaligus memberikan ruang pemberdayaan bagi warga lanjut usia agar tetap produktif dan mandiri.

Suasana Wisuda Penuh Kehangatan

Acara wisuda berlangsung hangat dan dipenuhi suasana kekeluargaan. Para peserta dari sembilan kecamatan hadir sejak pagi untuk merayakan pencapaian mereka setelah mengikuti rangkaian pembelajaran intensif sepanjang tahun.

Hadir pula perwakilan BKKBN Provinsi Bali, kepala perangkat daerah terkait, instansi vertikal, BUMD, camat, perbekel, serta para keluarga wisudawan yang memenuhi ruangan.

230 Peserta dari 9 Kecamatan Resmi Diwisuda

Sebanyak 230 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari Kecamatan Tabanan, Kediri, Marga, Baturiti, Penebel, Kerambitan, Selemadeg Timur, Selemadeg, dan Selemadeg Barat dinyatakan lulus setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administrasi.

Baca Juga :  Dinas Kebudayaan Tabanan Gelar Pembinaan Subak Abian untuk Lestarikan Warisan Budaya

Mereka telah mengikuti 8 sesi pembelajaran teori dan 2 sesi praktik, meliputi senam lansia, jalan sehat, serta kegiatan spiritual di masing-masing desa.

Belajar Tidak Mengenal Usia

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan rasa bangga terhadap semangat para peserta.

“Semangat bapak dan ibu sekalian dalam menimba ilmu di usia lanjut adalah sumber inspirasi bagi kami semua, sekaligus menjadi bukti bahwa proses belajar tidak mengenal usia,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

Ia menegaskan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni. Program BKL diharapkan menjadi sarana agar lansia tetap produktif, mandiri, sehat, dan bahagia, sekaligus memiliki ruang untuk terus berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Sekolah Lansia Tingkatkan Kualitas Hidup Holistik

Sekolah lansia menjadi wadah pembelajaran yang membekali peserta dengan pengetahuan tentang kesehatan fisik, mental, sosial, hingga spiritual.

Baca Juga :  133 Desa di Tabanan Jalani Pelatihan Pendataan untuk Sistem Informasi Presisi

Tujuannya meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh, sehingga para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih bermakna.

“Dan hari ini, kita semua menyaksikan keberhasilan proses tersebut, dibuktikan dengan wisuda para lansia dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tabanan,” imbuh Bunda Rai.

Kolaborasi Banyak Pihak Jadi Kunci Keberhasilan

Rai Wahyuni turut memberikan apresiasi kepada kader, tenaga kesehatan, desa pendamping, serta PKB dan PLKB, yang berperan dalam berbagai tahapan sekolah lansia.

“Ini adalah bukti, bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berkembang. Saya juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa untuk terus mendukung keberlanjutan program sekolah lansia dan kelompok BKL,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kebahagiaan dan kesehatan lansia.

“Jangan sampai lansia kita di masa tuanya tidak diberikan perhatian. Saya usahakan kita selaku anak-anaknya selalu merawat semampu kita… itu adalah bentuk bhakti dan ucapan terima kasih kita,” pungkasnya.

Baca Juga :  7 Puskesmas di Tabanan Layani UGD 24 Jam Mulai 1 Januari 2026

Pembelajaran Berjalan Setahun Penuh

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ni Wayan Mariati, melaporkan bahwa seluruh peserta telah mengikuti pembelajaran sejak Januari hingga Oktober 2025.

Materi mencakup aspek kesehatan, keterampilan hidup, sosial, keagamaan, hingga pendidikan moral. Seluruhnya dirancang agar lansia tetap aktif dan berdaya di komunitasnya.

Kesan Mendalam dari Para Wisudawan

Perwakilan wisudawan, I Ketut Sukadiasa dari Desa Tista Kerambitan, menyampaikan rasa syukur dan bangganya dapat mengikuti pendidikan lansia.

“Karena di usia senja, kami masih bisa mengikuti pembelajaran yang sangat produktif dan sangat komunikatif… terima kasih kepada seluruh pengajar dan narasumber,” jelasnya penuh semangat.

Program Sekolah Lansia di Kabupaten Tabanan menjadi bukti bahwa pembelajaran seumur hidup bukan hanya konsep, tetapi praktik nyata yang membawa manfaat besar. Masyarakat diajak terus mendukung pemberdayaan lansia agar tetap sehat, aktif, dan bahagia. (BEM/Pro)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI