Tabanan, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menegaskan vaksinasi rabies dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tetap menjadi program prioritas pada tahun 2026.
Melalui Dinas Pertanian, puluhan ribu hewan ditargetkan divaksin guna menekan risiko penyebaran penyakit menular yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat serta keberlanjutan sektor peternakan di Tabanan.
Target Vaksinasi Rabies dan PMK 2026
Melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, program vaksinasi rabies pada 2026 diproyeksikan menyasar sekitar 54 ribu ekor anjing yang tersebar di sepuluh kecamatan.
Sementara itu, vaksinasi PMK ditargetkan menjangkau sekitar 34 ribu ekor sapi selama satu tahun penuh.
Program Berkelanjutan Jaga Status Aman Rabies
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, Gde Eka Parta Ariana, menegaskan bahwa vaksinasi rabies merupakan program berkelanjutan yang tidak boleh terhenti demi menjaga status wilayah tetap aman rabies.
“Vaksinasi rabies akan tetap kami lanjutkan pada 2026. Pelaksanaannya dilakukan bergantian dengan vaksinasi PMK, masing-masing selama tiga bulan,” ujarnya, Minggu (4/1).
Pola Pelaksanaan Bergilir di Lapangan
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bergilir untuk menjaga efektivitas pelayanan petugas di lapangan sekaligus memastikan seluruh wilayah terjangkau.
Menurutnya, vaksinasi rabies bersifat rutin tahunan karena tingkat penularannya sangat tinggi dan berisiko fatal jika tidak dikendalikan secara konsisten.
Capaian Vaksinasi Rabies 2025 Capai 82 Persen
Gde Eka Parta Ariana menambahkan, pada tahun 2025 capaian vaksinasi rabies di Tabanan telah mencapai sekitar 82 persen dari total estimasi populasi 54.726 ekor anjing.
Dari sepuluh kecamatan, rata-rata capaian vaksinasi sudah berada di atas 50 persen.
Edukasi Masyarakat Perkuat Pengendalian Rabies
Selain vaksinasi, upaya pengendalian rabies juga diperkuat melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Petugas lapangan secara rutin memberikan pemahaman mengenai pemeliharaan anjing yang bertanggung jawab, larangan melepasliarkan hewan, serta pentingnya melapor apabila terjadi kasus gigitan.
“Keberhasilan pengendalian rabies sangat bergantung pada peran serta masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama,” pungkasnya.
Pemkab Tabanan mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program vaksinasi dan aktif menjaga kesehatan hewan peliharaan demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas rabies. (BEM)




