Tabanan, Balienews.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. secara resmi membuka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Tabanan yang digelar di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Jumat (16/1).
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.500 krama PBMM dari seluruh wilayah Tabanan sebagai forum musyawarah untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan dan melakukan regenerasi kepengurusan organisasi guna menjaga keberlanjutan adat, budaya, dan persaudaraan Bali di tengah tantangan globalisasi.
Forum Strategis Regenerasi Organisasi
Lokasabha VI PBMM Kabupaten Tabanan menjadi agenda penting organisasi pesemetonan untuk menetapkan arah kebijakan dan program kerja lima tahun mendatang.
Selain itu, forum ini juga menjadi sarana regenerasi kepengurusan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Sulinggih, anggota DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah beserta jajaran perangkat daerah, Ketua PBMM Pusat dan Penglingsir, pengurus PBMM, serta tokoh masyarakat.
Pesemetonan Benteng Adat dan Budaya Bali
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan Lokasabha sebagai momentum menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bali.
Menurutnya, pesemetonan memiliki peran strategis dalam menjaga adat, budaya, dan keharmonisan kehidupan masyarakat Bali.
“Lokasabha ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya dan sejarah yang diwariskan oleh para leluhur kita. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesemetonan harus tetap menjadi benteng kekuatan adat dan budaya Bali,” tegas Sanjaya.
Penguatan Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya implementasi konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai arah pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali.
Ia menjelaskan, konsep tersebut menekankan keharmonisan jagat Bali secara sekala dan niskala, yang mencakup manusia, budaya, dan alam lingkungan melalui enam kerthi, yakni Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, Atma Kerthi, dan Buana Kerthi.
“Enam kerthi ini wajib kita jaga bersama agar Bali tetap lestari dan berkelanjutan hingga generasi mendatang,” ujarnya.
Tantangan Demografi dan Keberlanjutan Krama Bali
Lebih lanjut, Sanjaya menyoroti tantangan demografi Bali ke depan, khususnya terkait keberlanjutan generasi krama Bali.
Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dan pesemetonan dalam menjaga adat dan budaya agar tidak kehilangan penerus.
“Bali ini kecil, jumlah umat Hindu juga terbatas. Kalau bukan kita yang menjaga keberlanjutan generasi, adat, dan budaya, siapa lagi? Pesemetonan memiliki peran besar dalam menjaga persatuan krama Bali,” katanya.
PBMM Dinilai Guyub dan Kontributif bagi Daerah
Bupati Sanjaya turut memberikan apresiasi atas kekompakan dan soliditas Pratisentana Bendesa Manik Mas yang dinilainya mampu menjadi contoh organisasi pesemetonan yang guyub dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Tabanan akan selalu hadir dan mendukung kegiatan adat, keagamaan, dan budaya. Ini sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” imbuhnya.
Lokasabha Perkuat Konsolidasi Organisasi
Sementara itu, Ketua PBMM Pusat, I Wayan Sunarya, menyampaikan bahwa Lokasabha VI PBMM Kabupaten Tabanan merupakan tindak lanjut dari Maha Sabha VI PBMM di tingkat pusat.
Menurutnya, Lokasabha menjadi wadah konsolidasi untuk menjaga eksistensi PBMM sebagai organisasi sosial, budaya, dan religius yang berlandaskan dresta Bali.
“Lokasabha ini bertujuan memperkuat persaudaraan, menyusun arah program kerja lima tahun ke depan, serta melaksanakan regenerasi kepengurusan sesuai AD/ART Pratisentana Bendesa Manik Mas,” jelasnya. (BEM/Pro)




