back to top
Jumat, Januari 23, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaKesehatanMengenal Tumpeng Gizi Seimbang, Panduan Pola Makan Sehat dari Kemenkes

Mengenal Tumpeng Gizi Seimbang, Panduan Pola Makan Sehat dari Kemenkes

Balienews.com – Tumpeng gizi seimbang merupakan pedoman pola makan sehat yang disusun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara seimbang.

Panduan ini menekankan variasi jenis makanan, pengaturan porsi, serta penerapan gaya hidup sehat guna mencegah berbagai penyakit tidak menular.

Konsep ini diperkenalkan sebagai pengganti pola lama 4 sehat 5 sempurna yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat modern.

Mengapa Tumpeng Gizi Seimbang Penting?

Melansir dari laman Alodokter, tumpeng gizi seimbang digambarkan dalam bentuk piramida makanan. Semakin ke atas, porsi makanan yang dikonsumsi semakin sedikit.

Pendekatan ini bertujuan membangun kebiasaan makan yang proporsional dan berkelanjutan.

Dengan menerapkan prinsip tumpeng gizi seimbang, risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, obesitas, hingga gangguan metabolik dapat ditekan sejak dini.

Rincian Isi Tumpeng Gizi Seimbang

1. Makanan Pokok sebagai Sumber Energi

Lapisan paling bawah diisi oleh makanan pokok sebagai sumber karbohidrat utama. Jenisnya meliputi nasi, jagung, kentang, ubi, sagu, hingga umbi-umbian lokal lainnya.

Baca Juga :  Super Flu Bukan Flu Biasa, Ini Fakta Penting yang Perlu Diketahui

Masyarakat dianjurkan memilih karbohidrat kompleks yang kaya serat agar energi dilepaskan secara bertahap dan tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

2. Sayur dan Buah untuk Zat Gizi Mikro

Lapisan berikutnya terdiri dari sayuran dan buah-buahan. Sayur seperti bayam, kangkung, brokoli, wortel, dan labu kaya vitamin, mineral, serta serat yang baik untuk pencernaan dan daya tahan tubuh.

Buah-buahan seperti pepaya, jeruk, apel, pisang, mangga, dan semangka berperan sebagai sumber antioksidan alami. Konsumsi sayur dianjurkan lebih banyak dibanding buah.

3. Protein Hewani dan Nabati

Lapisan selanjutnya adalah sumber protein, baik hewani maupun nabati. Protein hewani dapat berasal dari ikan, telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, dan hasil laut. Sementara protein nabati meliputi tempe, tahu, serta aneka kacang-kacangan.

Baca Juga :  Bahaya Makan dan Minum Sambil Berdiri, Ini Dampaknya untuk Kesehatan

Kombinasi protein hewani dan nabati penting untuk mendukung pertumbuhan, memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta meningkatkan sistem imun.

4. Minyak, Gula, dan Garam di Puncak Tumpeng

Bagian paling atas tumpeng gizi seimbang diisi oleh minyak, gula, dan garam. Ketiganya tetap dibutuhkan tubuh, namun harus dikonsumsi dalam jumlah sangat terbatas.

Penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Masyarakat dianjurkan membatasi makanan olahan dan instan yang umumnya tinggi gula, garam, dan lemak trans.

Porsi dan Frekuensi Makan yang Dianjurkan

Agar manfaatnya optimal, tumpeng gizi seimbang juga mengatur porsi harian, yaitu:

  • Makanan pokok: 3–4 porsi
  • Sayur: 3–5 porsi
  • Buah: 2–3 porsi
  • Protein hewani: 2–4 porsi
  • Protein nabati: 2–4 porsi
  • Air putih: 8 gelas per hari
  • Gula, garam, minyak: secukupnya
Baca Juga :  Super Flu Bukan Flu Biasa, Ini Fakta Penting yang Perlu Diketahui

Selain makan teratur tiga kali sehari, camilan sehat seperti buah dan kacang-kacangan dapat dikonsumsi di sela waktu makan.

Dukungan Gaya Hidup Sehat

Tumpeng gizi seimbang juga menekankan perilaku hidup bersih dan aktif, antara lain:

  • Rutin mencuci tangan sebelum makan
  • Aktivitas fisik minimal 30 menit per hari
  • Tidur cukup 7–8 jam setiap malam
  • Membatasi konsumsi makanan ultra-proses (UPF)

Perlu Penyesuaian untuk Kondisi Tertentu

Kebutuhan gizi setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas, dan kondisi kesehatan. Ibu hamil, penderita diabetes, atau penyakit ginjal disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menerapkan pola makan tertentu.

Menerapkan tumpeng gizi seimbang bukan sekadar mengatur menu harian, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan. Mulailah dari piring makan Anda hari ini, dan jadikan pola makan seimbang sebagai gaya hidup keluarga. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI