back to top
Jumat, Februari 6, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaNusantaraBudayaDisdikpora Bali Optimalkan Keyboard Aksara Bali di SD dan SMP

Disdikpora Bali Optimalkan Keyboard Aksara Bali di SD dan SMP

Denpasar, Balienews.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali merancang langkah strategis untuk mengoptimalkan penggunaan keyboard aksara Bali di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program ini menjadi bagian dari upaya pelestarian kearifan lokal melalui pemanfaatan teknologi digital, sejalan dengan arahan Gubernur Bali Wayan Koster.

Kepala Disdikpora Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menjelaskan bahwa optimalisasi keyboard aksara Bali akan dilaksanakan secara bertahap dengan pola pembiayaan yang dibebankan pada masing-masing satuan pendidikan. Kebijakan ini disampaikan di Denpasar, Rabu (4/2/2026).

Tidak Membebani Siswa, Fokus pada Kompetensi Guru

Wesnawa menegaskan, Disdikpora Bali tidak mewajibkan setiap siswa memiliki keyboard aksara Bali secara individual.

Sebaliknya, pendekatan yang diambil adalah meningkatkan pemahaman dan inovasi guru dalam mengajarkan penggunaan papan tombol aksara Bali kepada siswa.

“Kalau di satu sekolah hanya tersedia tiga atau empat unit, pembelajaran bisa dilakukan secara bergilir. Tidak harus semua murid punya karena itu justru menjadi beban,” ujarnya.

Menurutnya, efektivitas pembelajaran lebih ditentukan oleh kesiapan tenaga pendidik dibandingkan jumlah perangkat yang tersedia di sekolah.

Rencana Laboratorium Bahasa Bali di Sekolah

Sebagai penguatan program, Disdikpora Bali juga merencanakan pembentukan laboratorium bahasa Bali di sekolah-sekolah.

Laboratorium ini tidak hanya menyediakan keyboard aksara Bali, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran nilai budaya dan bahasa daerah berbasis teknologi.

Saat ini, Disdikpora Bali masih melakukan pendataan kemampuan siswa di sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan dinas pendidikan kabupaten/kota, guna memetakan tingkat pemanfaatan keyboard aksara Bali.

Daerah dengan Minat Tinggi Akan Dibantu Anggaran

Wesnawa menyebut, jika terdapat sekolah dengan minat siswa yang tinggi namun terkendala anggaran, pemerintah daerah siap memberikan dukungan melalui skema kolaborasi pembiayaan atau pemanfaatan dana bantuan pendidikan lainnya.

“Di beberapa kabupaten/kota, penggunaan keyboard aksara Bali sebenarnya sudah berjalan hingga tingkat SD. Untuk daerah yang masih kurang, kami lakukan penilaian lebih dulu karena belum semuanya terukur,” katanya.

Denpasar Paling Merata, Daerah Lain Masih Perlu Sosialisasi

Berdasarkan pengamatan Disdikpora Bali, sekolah-sekolah di Kota Denpasar tercatat paling merata dalam penggunaan keyboard aksara Bali.

Hal ini terlihat dari antusiasme siswa saat pembukaan Bulan Bahasa Bali, di mana banyak pelajar terlibat aktif.

Sementara itu, di kabupaten lain, minat siswa dinilai cukup tinggi namun masih terkendala akses informasi dan kesiapan sumber daya.

“Pendidikan tidak bisa disamaratakan. Harus efektif dan efisien, gurunya siap dan anak didiknya memang berminat,” ujar Wesnawa.

Akan Dikembangkan Menjadi Ajang Perlombaan

Ke depan, Disdikpora Bali berencana mengembangkan penggunaan keyboard aksara Bali menjadi ajang perlombaan.

Langkah ini diharapkan mampu memacu kreativitas generasi muda Bali dalam mengembangkan aksara Bali sebagai identitas budaya di tengah pesatnya kemajuan teknologi. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI