back to top
Jumat, Februari 6, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaKesehatanSosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Sanur, Polsek Densel Gandeng KPA Denpasar

Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Sanur, Polsek Densel Gandeng KPA Denpasar

Denpasar, Balienews.com – Polsek Denpasar Selatan (Densel) bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar dan instansi terkait menggelar sosialisasi bahaya HIV/AIDS di salah satu wilayah rawan penularan HIV/AIDS di kawasan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (3/2/2026) siang. Kegiatan ini diikuti 36 pekerja setempat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS.

Sosialisasi yang berlangsung sejak pukul 14.00 WITA tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan, ketertiban lingkungan, serta memutus mata rantai penularan penyakit menular seksual, khususnya HIV/AIDS, melalui pendekatan edukatif dan preventif.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pencegahan HIV/AIDS

Kegiatan ini dihadiri Lurah Sanur Ida Bagus Made Windhu Segara, Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Denpasar Haji Amron, Sekretaris KPA Kota Denpasar Tri Indriati, perwakilan Puskesmas II Denpasar Selatan, perangkat kelurahan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Sanur.

Para narasumber menekankan pentingnya kepatuhan administrasi kependudukan, menjaga ketertiban lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat.

Peserta, yang mayoritas perempuan, juga diimbau untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini penyakit menular.

Pesan Kamtibmas dan Upaya Preventif Kepolisian

Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat.

“Penyuluhan ini merupakan upaya preventif kepolisian untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS. Melalui kegiatan ini, kami juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mendekatkan diri dengan para pekerja,” ujarnya.

Data HIV/AIDS di Denpasar Masih Terkendali

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Denpasar, sebanyak 865 kasus HIV/AIDS tercatat mengakses layanan kesehatan sepanjang tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 525 kasus HIV dan 340 kasus AIDS. Angka tertinggi tercatat pada tahun 2015 dengan total 1.363 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Nyoman Dana, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan akumulasi pasien yang mengakses layanan kesehatan di Denpasar, bukan berdasarkan domisili asli.

“Denpasar memiliki fasilitas layanan kesehatan yang lengkap dan relatif nyaman, sehingga banyak pasien dari luar daerah memilih berobat di sini, terutama karena masih adanya stigma dan diskriminasi di daerah asal,” jelasnya, Rabu (4/2/2026).

Layanan Kesehatan Lengkap dan Tantangan Kesadaran Masyarakat

Nyoman Dana menegaskan bahwa tren HIV di Kota Denpasar masih tergolong epidemi terkonsentrasi dan belum meluas. Suatu wilayah baru dikategorikan meluas jika prevalensi HIV pada ibu hamil melebihi 1 persen dan pada populasi kunci di atas 5 persen.

Untuk menekan kasus baru, Dinas Kesehatan Kota Denpasar menyediakan 33 fasilitas kesehatan yang melayani konseling dan tes HIV, pengobatan ARV, PrEP, pemeriksaan viral load, hingga skrining rutin dan distribusi kondom bagi populasi kunci.

Namun, tantangan terbesar masih berasal dari rendahnya kesadaran individu terhadap kesehatan seksual. Karena itu, masyarakat diimbau tidak ragu melakukan tes dan pengobatan.

“Pada tahap HIV sudah tersedia obat. Bagi ODHIV, pengobatan rutin setiap hari sangat penting untuk menekan pertumbuhan virus,” tegasnya.

Ajak Masyarakat Aktif Cegah HIV/AIDS

Pemerintah Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan diri dan lingkungan dengan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Pencegahan sejak dini menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran HIV/AIDS di Kota Denpasar. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI