back to top
Minggu, Februari 8, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaLingkunganGerakan Indonesia ASRI Diperkuat untuk Tangani Krisis Sampah Laut

Gerakan Indonesia ASRI Diperkuat untuk Tangani Krisis Sampah Laut

Jakarta, Balienews.com – Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto juga difokuskan untuk memperkuat penanganan sampah laut.

Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, Sabtu (6/2), menyusul meningkatnya volume sampah yang mencemari wilayah pesisir, khususnya di Bali, akibat faktor musim dan kondisi lingkungan tertentu.

Sampah Nasional Masuk Fase Krisis

Hanif mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Indonesia telah memasuki fase krisis nasional. Dari total sekitar 143 ribu ton sampah per hari, baru sekitar 24 persen yang berhasil dikelola dengan baik.

Kondisi ini menunjukkan masih besarnya tantangan dalam sistem pengelolaan sampah nasional, terutama dalam menghadapi jenis sampah yang memerlukan penanganan khusus.

Sampah Spesifik Perlu Penanganan Khusus

Menurut Hanif, sampah yang saat ini ditangani bukan hanya berasal dari aktivitas rumah tangga, melainkan sampah spesifik yang muncul akibat kondisi tertentu, seperti banjir dan fenomena alam lainnya.

“Sampah yang kita tangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus. Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol,” ujar Hanif.

Dampak Serius bagi Lingkungan dan Pariwisata

Hanif menekankan bahwa sampah laut memberikan dampak langsung terhadap kesehatan lingkungan, perekonomian masyarakat pesisir, serta citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

Jika tidak ditangani secara sistematis, persoalan ini berpotensi menurunkan daya saing pariwisata nasional dan memperparah kerusakan ekosistem laut.

Ancaman Sampah Laut Meningkat di Musim Angin Barat

Usai mengikuti aksi bersih sampah di sejumlah pantai di Bali, Jumat (6/2), Hanif mengingatkan bahwa persoalan sampah laut cenderung meningkat pada periode musim angin barat.

Pada musim tersebut, arus laut membawa kiriman sampah dari perairan sekitar menuju pesisir Bali, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat untuk menekan dampaknya.

Penguatan Kolaborasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

Melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis sampah, khususnya sampah laut yang terus mengancam kawasan pesisir. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI