Gianyar, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menegaskan komitmennya dalam melestarikan bahasa Bali agar tetap hidup dan digunakan dalam komunikasi sehari-hari, terutama di tengah arus globalisasi yang kian kuat. Upaya ini ditegaskan dalam penutupan Bulan Bahasa Bali yang digelar di Balai Budaya Gianyar, Minggu (8/2).
Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar, I Ketut Pasek Lanang, menekankan pentingnya kebanggaan terhadap bahasa daerah sebagai identitas budaya Bali. Ia mengajak masyarakat untuk tidak malu menggunakan bahasa Bali, baik secara lisan maupun tulisan.
“Jangan sampai kita lupa berbahasa Bali, jangan malu menggunakan bahasa Bali, dan mari kita bangga terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali,” ujarnya.
Peran Orang Tua dan Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian
Menurut Pasek Lanang, peran orang tua sangat krusial dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa Bali sejak dini. Ia mendorong keluarga untuk membiasakan anak-anak berkomunikasi menggunakan bahasa Bali di rumah.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menggunakan bahasa Bali dalam berbagai aktivitas adat, seperti paruman (rapat adat), upacara keagamaan, hingga komunikasi sehari-hari antarwarga.
“Bahasa Bali hendaknya tetap digunakan dalam pergaulan, pertemuan, dan komunikasi generasi muda,” tegasnya.
Bulan Bahasa Bali Jadi Wadah Ekspresi Budaya
Sebagai bentuk nyata pelestarian bahasa daerah, Pemkab Gianyar secara rutin menggelar Bulan Bahasa Bali. Kegiatan ini diisi dengan berbagai lomba yang melibatkan generasi muda dari berbagai jenjang pendidikan.
Sejumlah lomba yang digelar antara lain lomba menulis aksara Bali tingkat SD, lomba menulis lontar tingkat SMP, lomba bebat berbahasa Bali tingkat SMA/SMK, hingga lomba membaca lontar.
Tak hanya itu, terdapat pula lomba masatua Bali untuk krama istri (PAKIS), lomba sambrama wacana bagi prajuru adat, serta lomba film pendek dokumenter berbahasa Bali yang diikuti pelajar SMA/SMK dan peserta umum se-Bali.
Antusiasme Peserta Tuai Apresiasi
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, mengaku bangga melihat antusiasme dan kemampuan generasi muda dalam mengikuti seluruh rangkaian lomba Bulan Bahasa Bali.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Gianyar menyerahkan piala kepada para pemenang dari masing-masing kategori lomba.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Gianyar berharap bahasa Bali tetap lestari dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. (BEM)




