Tabanan, Balienews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan menanamkan pemahaman demokrasi kepada generasi muda melalui kegiatan literasi politik bertajuk Klompencapir Pemilu di SMP Negeri 1 Tabanan, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang melibatkan para pelajar ini bertujuan meningkatkan literasi politik sekaligus menumbuhkan kesadaran partisipasi demokrasi sejak usia sekolah.
Program ini digelar di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, dengan konsep edukasi interaktif dan kompetitif agar siswa lebih mudah memahami proses demokrasi.
Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tabanan Putu Dian Setiawan, pimpinan serta anggota Bawaslu Tabanan, jajaran sekretariat Bawaslu, Plt Kepala SMPN 1 Tabanan, guru pembina, dan para pelajar.
Tanamkan Pemahaman Demokrasi Sejak Sekolah
Kepala Kesbangpol Tabanan, Putu Dian Setiawan, menegaskan pentingnya pendidikan demokrasi sejak dini bagi generasi muda.
Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi Bawaslu Tabanan ini merupakan langkah strategis untuk mengenalkan sistem pemerintahan dan proses demokrasi kepada pelajar.
Ia juga mengapresiasi upaya Bawaslu dalam menghadirkan ruang edukasi politik yang sehat bagi siswa.
“Investasi pendidikan demokrasi sejak dini akan berdampak pada kualitas pemilih di masa depan, termasuk pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Dian menambahkan, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memahami nilai-nilai demokrasi sekaligus mampu menghindari praktik politik yang tidak sehat.
Konsep Interaktif dan Kompetitif
Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukasi kepada generasi muda.
Program Klompencapir Pemilu dikemas dalam format diskusi yang interaktif dan kompetitif agar pelajar lebih tertarik memahami materi kepemiluan.
Para peserta mengikuti tiga babak perlombaan, yaitu Amplop Soal, Benar atau Salah?, dan Cepat Tepat. Melalui tiga babak tersebut, siswa diuji pemahamannya mengenai demokrasi, kepemiluan, serta peran generasi muda dalam menjaga integritas pemilu.
Bangun Generasi Pemilih Kritis
Narta menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi demokrasi sekaligus menanamkan kesadaran partisipasi masyarakat sejak dini.
Dengan pendekatan edukatif dan kompetitif, para pelajar diharapkan mampu memahami nilai demokrasi serta menumbuhkan sikap kritis dan tanggung jawab sebagai calon pemilih pemula.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap generasi muda Tabanan tidak hanya paham pemilu, tetapi juga siap menjaga kualitas demokrasi,” kata Narta.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan demokrasi. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini antara lain rendahnya literasi politik, maraknya disinformasi di era digital, hingga terbatasnya ruang partisipasi politik yang sehat bagi anak muda.
Melalui kegiatan edukatif seperti ini, pelajar diharapkan semakin berdaya dan siap menjadi agen perubahan dalam kehidupan demokrasi ke depan. (BEM)




