Denpasar, Balienews.com – Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOF) kembali digelar sehari setelah Hari Suci Nyepi di Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Festival ke-18 ini mengusung tema Toya Prakerti yang menekankan pentingnya memuliakan air sebagai sumber kehidupan, budaya, dan alam, serta melibatkan generasi muda dan pelaku UMKM dalam pelestarian tradisi.
Tema Air Jadi Sorotan SHOF 2026
Ketua panitia, Kadek Dhivanny, menjelaskan bahwa tema Toya Prakerti memiliki makna filosofis mendalam tentang pentingnya menjaga dan menghormati air sebagai sumber kehidupan.
Menurutnya, pesan ini ingin ditanamkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap alam dan budaya Bali.
“Air sebagai sumber kehidupan dan budaya adalah harta tak ternilai yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” ujarnya di Denpasar.
Dibuka Wakil Wali Kota Denpasar
Festival ini resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di depan Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan.
Dalam sambutannya, Arya Wibawa mengapresiasi konsistensi Sekaa Teruna Teruni (STT) Satya Dharma Kerti yang terus menyelenggarakan festival tahunan ini sebagai bentuk nyata pelestarian budaya Bali.
Ia juga mendorong generasi muda untuk terus berinovasi dalam menjaga tradisi agar tetap relevan di masa depan.
“SHOF menjadi bukti bahwa anak muda mencintai tradisi dan warisan budaya,” katanya.
Wadah Kreativitas Anak Muda
Festival ini digagas oleh STT Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan, sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pelestarian seni dan budaya Bali.
Berbagai lomba kesenian digelar untuk mendukung kreativitas tersebut, seperti lomba pembuatan tapel (topeng) ogoh-ogoh dan lomba sketsa ogoh-ogoh.
Libatkan Puluhan UMKM Lokal
Tak hanya menampilkan seni budaya, SHOF 2026 juga menggandeng 68 UMKM lokal yang mengisi stan festival.
Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas Bali, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Komitmen Lestarikan Tradisi
Melalui SHOF 2026, masyarakat Sesetan menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga tradisi Omed-omedan sekaligus mengedukasi generasi muda tentang pentingnya harmoni antara budaya dan lingkungan.
Festival ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal. (BEM)




