Tabanan, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan mengukuhkan Bunda Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi dalam kegiatan “Literasi Cerdas Membangun Generasi Hebat” yang digelar di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Senin (20/4).
Acara ini melibatkan ratusan pelajar dari SD hingga SMA/SMK se-Tabanan sebagai upaya memperkuat budaya literasi dan pendidikan demokrasi di tengah tantangan era digital dan maraknya hoaks.
Pengukuhan Tokoh Literasi dan Demokrasi
Dalam kegiatan tersebut, Ni Ketut Rai Wahyuni Sanjaya resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan. Sementara I Gede Paramartha Daisuke Matzusawa dipercaya sebagai Duta Baca, dan Yohanes Elsandy Banawas sebagai Duta Demokrasi.
Selain itu, sebanyak 376 Duta Baca Sekolah dan 376 Duta Demokrasi Sekolah juga dikukuhkan untuk menjadi motor penggerak literasi di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi Perkuat Budaya Literasi
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tabanan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan, serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tabanan.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat literasi dan pemahaman demokrasi di kalangan generasi muda, sekaligus membangun kesadaran kritis dalam menghadapi arus informasi digital.
Pesan Pemerintah: Literasi Bukan Sekadar Seremoni
Bupati Tabanan melalui Wakil Bupati I Made Dirga menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis membangun peradaban.
“Tabanan tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun peradaban melalui literasi pengetahuan dan demokrasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah sebagai bagian dari literasi, sejalan dengan pesan Bung Karno agar masyarakat tidak melupakan sejarah.
Peran Strategis Duta dalam Era Digital
Menurutnya, Bunda Literasi, Duta Baca, dan Duta Demokrasi memiliki peran penting sebagai agen perubahan.
“Mereka menjadi penggerak budaya membaca, memperluas wawasan, serta membangun masyarakat yang kritis dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi,” jelasnya.
Tantangan Hoaks Jadi Sorotan Pelajar
Dari kalangan pelajar, Duta Baca SMA Negeri 1 Pupuan, I Gede Febri Hartawan, menyoroti pentingnya literasi di tengah maraknya hoaks.
“Banyak informasi yang mengeksploitasi emosi. Kehadiran duta sangat penting untuk mengedukasi generasi muda agar lebih kritis,” ungkapnya.
Momentum Bangun Generasi Unggul
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Tabanan, I Nyoman Putra, mengapresiasi dukungan semua pihak dalam menyukseskan kegiatan ini.
Ia berharap pengukuhan ini menjadi momentum berkelanjutan untuk memperkuat literasi dan demokrasi, demi menciptakan generasi Tabanan yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Gerakan literasi dan demokrasi membutuhkan peran aktif semua pihak. Mari dukung budaya membaca dan berpikir kritis demi masa depan generasi Tabanan yang lebih unggul. (BEM/r)




