BerandaKesehatanKenali Jenis-Jenis Panu dan Ciri-Cirinya

Kenali Jenis-Jenis Panu dan Ciri-Cirinya

Balienews.com – Jenis-jenis panu sering membuat masyarakat bingung karena tampilannya beragam. Infeksi jamur yang menyerang kulit ini bisa muncul kapan saja, terutama di iklim panas seperti Indonesia, dan kerap dialami oleh remaja hingga dewasa.

Lalu, apa saja jenis panu, siapa yang berisiko, kapan dan di mana biasanya muncul, mengapa bisa terjadi, serta bagaimana cara mengenalinya? Artikel ini mengulas lengkap ciri-ciri panu agar Anda dapat membedakannya dari penyakit kulit lain dan mencegah penularannya.

Memahami Panu: Lebih dari Sekadar Bercak Putih

Melansir dari Alodokter, panu merupakan infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Malassezia. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa mengganggu kenyamanan hingga menurunkan rasa percaya diri, terutama jika muncul di area yang terlihat.

Yang sering luput disadari, tidak semua bercak di kulit adalah panu. Beberapa penyakit seperti kurap atau infeksi jamur lain bahkan kondisi tertentu bisa tampak serupa. Karena itu, mengenali jenis-jenis panu menjadi langkah awal yang penting.

Panu Hipopigmentasi: Bercak Lebih Terang dari Kulit

Jenis ini paling mudah dikenali karena bercaknya tampak lebih terang dibandingkan kulit di sekitarnya. Pada kulit gelap, kontrasnya terlihat jelas.

Bentuknya umumnya bulat atau oval dengan tepi tidak beraturan dan sedikit bersisik. Area yang sering terkena adalah dada, punggung, bahu, dan lengan atas. Banyak orang keliru menganggapnya sebagai bekas luka atau bahkan vitiligo.

Panu Hiperpigmentasi: Bercak Lebih Gelap dan Menyebar

Berbeda dari sebelumnya, panu ini justru tampak lebih gelap dari warna kulit asli. Pada beberapa kasus, bercak sulit terlihat namun terasa berbeda saat diraba karena teksturnya lebih kasar.

Panu jenis ini sering muncul di leher, dada, dan punggung. Seiring waktu, bercak dapat membesar dan menyatu, membentuk pola tidak beraturan yang cukup luas.

Panu Eritematosa: Kemerahan dan Lebih Gatal

Jenis panu ini ditandai dengan warna kemerahan akibat peradangan ringan. Rasa gatalnya biasanya lebih terasa dibanding jenis lain, terutama saat berkeringat atau setelah aktivitas fisik.

Permukaan kulit tampak bersisik tipis, dan warna merah bisa semakin jelas saat suhu tubuh meningkat. Kondisi ini kerap dialami anak-anak dan remaja aktif.

Panu Folikular: Muncul di Sekitar Rambut

Panu folikular memiliki ciri khas berupa bintik kecil di sekitar folikel rambut. Warnanya bisa putih, cokelat, atau kemerahan tergantung jenis kulit.

Saat disentuh, permukaan kulit terasa agak kasar. Biasanya muncul di lengan, paha, atau kaki, terutama pada orang dengan kulit berminyak atau mudah berkeringat. Jika tidak ditangani, bintik bisa menyebar dan bergabung menjadi bercak lebih besar.

Faktor Risiko: Kenapa Panu Mudah Muncul?

Iklim tropis yang panas dan lembap menjadi salah satu penyebab utama tingginya kasus panu di Indonesia. Kulit yang sering berkeringat, kebiasaan jarang mengganti pakaian, serta penggunaan pakaian ketat berbahan sintetis juga meningkatkan risiko.

Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun, penggunaan obat tertentu seperti kortikosteroid, hingga kondisi medis seperti diabetes dapat memperparah pertumbuhan jamur di kulit.

Cara Mencegah Panu agar Tidak Kambuh

Menjaga kebersihan kulit menjadi kunci utama pencegahan. Mandi setelah beraktivitas, mengeringkan tubuh dengan baik, serta memilih pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dapat membantu mengurangi risiko.

Menghindari berbagi handuk atau pakaian juga penting untuk mencegah penularan. Bagi yang sering mengalami panu, penggunaan sabun atau sampo antijamur secara rutin bisa menjadi langkah tambahan.

Waspada: Tidak Semua Bercak Adalah Panu

Perlu diingat, bercak pada kulit tidak selalu berarti panu. Dalam beberapa kasus, gejala serupa bisa mengarah pada penyakit lain, termasuk kondisi serius seperti kusta.

Perbedaan utamanya, panu biasanya terasa gatal dan bersisik, sementara kusta dapat menyebabkan mati rasa, kulit kering, atau tidak berkeringat di area tertentu. Jika menemukan gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Mengenali jenis-jenis panu bukan hanya membantu penanganan yang tepat, tetapi juga mencegah penyebaran ke orang lain.

Jika bercak tidak kunjung hilang atau sering kambuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang sesuai. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI