BerandaPilihan EditorCara Menggunakan APAR yang Benar untuk Situasi Darurat

Cara Menggunakan APAR yang Benar untuk Situasi Darurat

Balienews.com – Kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di rumah, kantor, sekolah, maupun pusat perbelanjaan. Karena itu, memahami cara menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) menjadi keterampilan dasar yang penting dimiliki setiap orang. Dengan penggunaan yang tepat, APAR dapat membantu memadamkan api pada tahap awal sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar dan membahayakan keselamatan banyak orang.

Meski alat ini sering ditemukan di berbagai fasilitas publik dan bangunan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara mengoperasikannya dengan benar. Padahal, kesalahan penggunaan APAR tidak hanya membuat proses pemadaman gagal, tetapi juga dapat meningkatkan risiko cedera bagi pengguna.

Apa Itu APAR dan Mengapa Penting?

Menurut laman Alodokter, APAR merupakan alat pemadam kebakaran portabel yang dirancang untuk menangani kebakaran skala kecil atau kebakaran tahap awal. Keberadaan APAR menjadi bagian penting dari sistem keselamatan kebakaran karena memungkinkan tindakan cepat dilakukan sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

Dalam kondisi darurat, beberapa menit pertama sering kali menjadi penentu apakah api dapat dikendalikan atau justru berkembang menjadi kebakaran besar. Oleh karena itu, memahami fungsi dan cara menggunakan APAR merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sebelum Menggunakan APAR, Lakukan Pemeriksaan Ini

Sebelum digunakan, pastikan APAR berada dalam kondisi layak pakai. Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:

  • Jarum indikator tekanan berada di zona normal.
  • Segel pengaman masih utuh.
  • Tidak terdapat kerusakan fisik pada tabung atau selang.
  • Masa berlaku APAR belum kedaluwarsa.

Pemeriksaan sederhana ini dapat memastikan alat bekerja optimal saat dibutuhkan.

Cara Menggunakan APAR dengan Metode yang Benar

1. Tarik Pin Pengaman

Langkah pertama adalah menarik pin pengaman yang terletak di bagian atas APAR. Pin ini berfungsi mencegah tuas tertekan secara tidak sengaja.

Tarik pin dengan mantap dan hati-hati agar alat tetap berada dalam genggaman yang stabil.

2. Arahkan Nozzle ke Dasar Api

Setelah pin dilepas, arahkan ujung selang atau nozzle ke bagian dasar api, bukan ke lidah api yang terlihat.

Bagian dasar merupakan sumber utama bahan yang terbakar. Menyemprot ke titik tersebut akan membuat proses pemadaman lebih efektif.

Pastikan Anda menjaga jarak aman sekitar 1,5 hingga 2 meter dari sumber api.

3. Tekan Tuas Secara Penuh

Tekan tuas APAR hingga media pemadam keluar dengan tekanan maksimal.

Pegang tabung dengan posisi stabil dan arahkan semburan ke titik sumber api. Hindari menekan tuas setengah-setengah karena dapat mengurangi daya semprot dan efektivitas pemadaman.

4. Sapu Area Api dari Kiri ke Kanan

Saat media pemadam keluar, gerakkan nozzle secara perlahan dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Teknik ini membantu bahan pemadam menyebar merata dan menutupi seluruh area yang terbakar sehingga api lebih cepat padam.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah APAR Digunakan?

Banyak orang mengira APAR dapat langsung disimpan kembali setelah digunakan. Padahal, langkah ini tidak dianjurkan.

Setelah proses pemadaman selesai:

  • Pastikan api benar-benar padam.
  • Beri tanda bahwa APAR telah digunakan.
  • Laporkan kepada petugas atau pengelola gedung.
  • Segera lakukan pengisian ulang (refill) atau servis APAR.

Perlu diketahui, APAR yang sudah digunakan meskipun hanya sedikit tetap harus diisi ulang agar siap digunakan kembali saat kondisi darurat berikutnya.

Jika menggunakan APAR jenis serbuk, bersihkan area sekitar karena residunya dapat mengganggu pernapasan dan berpotensi merusak perangkat elektronik.

Kenali Jenis APAR Sebelum Menggunakannya

Tidak semua APAR cocok digunakan untuk setiap jenis kebakaran. Kesalahan memilih media pemadam justru dapat memperparah situasi.

APAR Air

Digunakan untuk kebakaran bahan padat seperti:

  • Kayu
  • Kertas
  • Kain

APAR Dry Chemical Powder

Cocok untuk berbagai jenis kebakaran:

  • Bahan padat
  • Cairan mudah terbakar
  • Instalasi listrik

APAR COâ‚‚ (Karbon Dioksida)

Direkomendasikan untuk:

  • Peralatan elektronik
  • Panel listrik
  • Kebakaran akibat arus listrik

APAR Foam (Busa)

Efektif untuk kebakaran yang melibatkan:

  • Minyak
  • Bahan bakar
  • Cairan mudah terbakar lainnya

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan APAR

Agar proses pemadaman tetap aman dan efektif, hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Menggunakan APAR untuk kebakaran yang sudah membesar.
  • Tidak mengetahui lokasi APAR saat berada di gedung atau ruangan baru.
  • Membelakangi jalur evakuasi saat memadamkan api.
  • Menggunakan APAR air untuk kebakaran listrik atau minyak.
  • Mengarahkan semburan ke tubuh manusia atau hewan.
  • Mengabaikan pemeriksaan dan perawatan berkala APAR.

Jika api terus membesar atau mulai menyebar dengan cepat, segera hentikan upaya pemadaman dan lakukan evakuasi ke tempat aman.

Kesiapsiagaan Bisa Menyelamatkan Banyak Nyawa

Memahami cara menggunakan APAR bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan bagian dari budaya keselamatan yang perlu diterapkan di rumah maupun tempat kerja. Pengetahuan sederhana ini dapat membantu mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi bencana besar.

Luangkan waktu untuk mengenali lokasi APAR di sekitar Anda dan pelajari cara penggunaannya. Saat keadaan darurat terjadi, kesiapan dan tindakan cepat bisa menjadi faktor yang menyelamatkan nyawa. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI