Jakarta, Balienews.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan Jakarta dan Bali sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran untuk periode 2026-2027. Kebijakan ini diumumkan pada Senin (27/7/2026) sebagai upaya memperkuat daya saing pariwisata Indonesia sekaligus menjawab tren global yang semakin mengutamakan kesehatan, kebugaran, dan keseimbangan hidup.
Jakarta dan Bali Dinilai Paling Siap
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan Jakarta dan Bali dipilih karena memiliki tingkat kesiapan industri yang paling tinggi serta karakteristik yang saling melengkapi.
“Jakarta dan Bali kami tetapkan sebagai lokus awal pengembangan ekosistem wisata kebugaran pada tahun 2026-2027 karena keduanya memiliki tingkat kesiapan industri yang paling tinggi dan karakteristik yang saling melengkapi,” ujar Nia, dikutip dari Antara, Senin (27/7/2026).
Jakarta dinilai unggul dari sisi infrastruktur, akses transportasi, fasilitas kesehatan, hingga pusat kebugaran berstandar internasional. Sementara Bali telah lama dikenal sebagai destinasi wellness tourism kelas dunia berkat layanan spa, retret yoga, terapi holistik, serta kekayaan budaya dan alam yang mendukung relaksasi.
Apa Itu Wellness Tourism?
Berbeda dengan wisata konvensional, wellness tourism berfokus pada peningkatan kesehatan fisik, mental, dan emosional selama perjalanan.
Konsep ini mencakup berbagai aktivitas seperti spa, yoga, meditasi, terapi tradisional, konsumsi makanan sehat, hingga kegiatan yang menyatu dengan alam. Popularitasnya terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.
Melalui pengembangan sektor ini, Kemenpar ingin menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi manfaat bagi kesehatan wisatawan.
Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan
Pengembangan ekosistem wisata kebugaran akan melibatkan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, hingga sektor kesehatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan layanan wellness tourism yang berkualitas, berstandar internasional, sekaligus tetap mengangkat kearifan lokal Indonesia sebagai nilai tambah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Pariwisata
Kemenpar menilai wisata kebugaran memiliki prospek ekonomi yang besar. Wisatawan yang datang untuk menikmati layanan wellness umumnya memiliki lama tinggal lebih panjang dan pengeluaran yang lebih tinggi dibandingkan wisatawan biasa.
Melalui proyek percontohan di Jakarta dan Bali, pemerintah berharap model pengembangan ini dapat diterapkan di destinasi lain yang memiliki potensi serupa, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan wellness tourism di kawasan Asia.
Dengan berkembangnya wisata kebugaran, Indonesia diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai tujuan untuk memperoleh pengalaman hidup yang lebih sehat dan berkualitas. (BEM)




