BerandaBeritaNasionalMenaker Ungkap 3 Mindset Penting untuk Hadapi Dunia Kerja Masa Depan

Menaker Ungkap 3 Mindset Penting untuk Hadapi Dunia Kerja Masa Depan

Jakarta, Balienews.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa dunia kerja masa depan tidak lagi hanya mengutamakan lulusan dengan nilai akademik tinggi. Generasi muda juga dituntut memiliki innovation mindset, growth mindset, dan future mindset agar mampu menghadapi perubahan yang semakin cepat sekaligus menjadi pemimpin yang berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli dalam keterangannya pada Jumat (24/7/2026). Menurutnya, ketiga pola pikir tersebut menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing, menciptakan inovasi, dan menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Dunia Kerja Tak Lagi Hanya Mengandalkan Nilai Akademik

Perubahan teknologi, digitalisasi, hingga munculnya berbagai jenis pekerjaan baru membuat kebutuhan dunia kerja ikut berubah. Kini, perusahaan tidak hanya mencari lulusan dengan prestasi akademik, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi, berpikir kreatif, dan melihat peluang di masa depan.

Yassierli mengatakan, kemampuan tersebut menjadi modal utama bagi generasi muda untuk membawa Indonesia melangkah lebih maju.

“Tiga kunci ini sangat krusial bagi generasi muda jika ingin menjadi pemimpin Indonesia Emas yang berdampak dan membawa Indonesia melompat lebih jauh,” ujar Yassierli.

Tiga Mindset yang Perlu Dimiliki Generasi Muda

Menurut Yassierli, pola pikir pertama adalah innovation mindset, yaitu kemampuan mencari solusi baru terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat maupun dunia industri. Inovasi menjadi kunci agar seseorang mampu menciptakan nilai tambah di tengah persaingan global.

Pola pikir kedua adalah growth mindset, yakni kemauan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses menuju keberhasilan. Dengan pola pikir ini, seseorang akan lebih siap menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Sementara itu, future mindset menjadi pola pikir ketiga yang tak kalah penting. Kemampuan melihat peluang dan tantangan dalam jangka panjang dinilai akan membantu setiap individu mengambil keputusan yang berdampak berkelanjutan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Budaya Inovasi Dinilai Lebih Penting daripada Sekadar Proyek

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga mengingatkan bahwa inovasi tidak cukup diwujudkan melalui proyek-proyek jangka pendek. Yang lebih penting adalah membangun budaya inovasi yang terus hidup di lingkungan kerja maupun dunia pendidikan.

“Yang perlu dibangun bukan hanya proyek inovasi, tetapi juga budaya inovasi. Sebab, sebuah proyek memiliki batas waktu, sedangkan budaya inovasi akan terus melahirkan gagasan, solusi, dan cara kerja yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, inovasi tidak selalu identik dengan menciptakan produk baru. Pengembangan layanan, penyempurnaan model bisnis, hingga sistem kerja yang lebih efisien juga merupakan bentuk inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang kerja baru.

Tanoto Foundation Diharapkan Cetak Pemimpin Masa Depan

Yassierli turut mengajak Tanoto Foundation untuk terus memperkuat ekosistem yang mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif. Menurutnya, kegiatan Tanoto Scholars Gathering seharusnya tidak hanya menjadi wadah peningkatan prestasi akademik, tetapi juga tempat membangun kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat menciptakan perubahan positif.

Ia optimistis Indonesia dapat menjadi negara maju apabila masyarakatnya memiliki budaya inovasi yang kuat.

“Mimpi saya di 2045, Indonesia menjadi negara yang besar hanya jika kita menjadi Innovation Nation atau bangsa yang inovatif. Inilah yang sekarang sedang saya kampanyekan,” tegasnya.

Membangun Masa Depan Dimulai dari Pola Pikir

Pesan Menaker Yassierli menjadi pengingat bahwa keberhasilan di dunia kerja masa depan tidak hanya ditentukan oleh ijazah atau nilai akademik. Kemampuan berinovasi, kemauan untuk terus belajar, serta visi jangka panjang akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI