BerandaBeritaDaerahPrabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Bali Dapat Proyek Gilimanuk 300 MWp

Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Bali Dapat Proyek Gilimanuk 300 MWp

Jembrana, Balienews.com – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional. Peluncuran dilakukan di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8), dengan tahap awal pembangunan 14 PLTS berkapasitas total 5,3 GWp di enam provinsi.

Program tersebut mencakup pembangunan PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Pemerintah menargetkan seluruh program PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Prabowo Targetkan PLTS 100 GWp Rampung Tiga Tahun

Saat meluncurkan program tersebut, Prabowo menegaskan pembangunan PLTS menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi Indonesia.

“Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp,” kata Prabowo dalam acara peluncuran di Jembrana.

Presiden bahkan menantang tim energi untuk menyelesaikan pembangunan tersebut lebih cepat dari target, yakni dalam waktu dua tahun.

Menurut Prabowo, peningkatan kapasitas energi terbarukan diperlukan agar Indonesia semakin mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.

“Intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujarnya.

PLTS, Panas Bumi hingga Gas untuk Kurangi Impor Energi

Selain pengembangan PLTS, pemerintah juga mendorong pemanfaatan sumber energi lainnya, seperti panas bumi, penemuan ladang gas baru, serta peningkatan produksi minyak.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Prabowo juga menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero) bekerja secara cepat dan solid dalam merealisasikan agenda tersebut.

PLTS Gilimanuk Berkapasitas 300 MWp

Di Bali, pelaksanaan program PLTS 100 GWp ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan PLTS Gilimanuk di kawasan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali.

Berdasarkan data PT PLN (Persero), PLTS Gilimanuk dirancang memiliki kapasitas 300 MWp dan dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1.000 MWh.

Proyek tersebut memiliki nilai investasi atau capital expenditure (capex) sekitar Rp6,057 triliun.

PLTS Gilimanuk diperkirakan mampu menghasilkan energi sekitar 470 GWh per tahun. Produksi tersebut diproyeksikan dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak hingga 151 ribu kiloliter setiap tahun.

Bali Ditargetkan Miliki PLTS 1.000 MWp

Secara keseluruhan, Bali ditargetkan memiliki kapasitas PLTS mencapai 1.000 MWp yang didukung sistem penyimpanan energi baterai dengan kapasitas total 3.300 MWh.

Pengembangan infrastruktur energi surya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mendukung kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang.

Program PLTS 100 GWp sendiri merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian serta ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Pembangunan PLTS Gilimanuk menjadi salah satu langkah awal Indonesia dalam memperbesar kapasitas energi surya. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan proyek ini dan dampaknya terhadap ketahanan energi Bali melalui informasi resmi pemerintah dan PLN. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI