Tabanan, Balienews.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengajak krama Banjar Adat Kerti Wimbha Bongan Kauh menjaga nilai spiritual, adat, dan budaya Bali melalui pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih di Pura Mundak Sari, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Senin (12/10/2026). Ajakan tersebut disampaikan saat persembahyangan bersama dan penandatanganan prasasti sebagai bagian dari upaya memperkuat sradha bhakti, persaudaraan, serta pelestarian warisan leluhur.
Bupati Tabanan Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama
Dalam kesempatan tersebut, Sanjaya didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mengapresiasi semangat gotong royong dan ngayah yang ditunjukkan 263 kepala keluarga (KK) krama Banjar Adat Kerti Wimbha Bongan Kauh dalam menyukseskan rangkaian upacara di Pura Mundak Sari.
Sanjaya menegaskan, makna sebuah karya suci tidak hanya terletak pada kemegahan upacara, tetapi juga pada perubahan perilaku umat menuju kehidupan yang lebih baik.
“Kemuliaan sebuah karya suci tidak hanya tercermin dari kemegahan upacaranya, tetapi juga dari perubahan perilaku umatnya menuju kehidupan yang lebih baik,” tegas Sanjaya.
Ia mengajak krama menjadikan karya keagamaan sebagai momentum untuk memperkuat keyakinan dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mempererat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan berdasarkan prinsip Tri Hita Karana.
Penandatanganan Prasasti Jadi Penanda Sejarah
Menurut Sanjaya, pelaksanaan karya keagamaan mencerminkan kebersamaan dan ketulusan krama dalam menjaga warisan leluhur.
Penandatanganan prasasti diharapkan menjadi penanda sejarah sekaligus simbol bhakti dan kebersamaan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia juga mengingatkan krama agar senantiasa menjaga kesucian, kebersihan, dan kelestarian Pura Mundak Sari. Selain sebagai tempat persembahyangan, pura tersebut memiliki peran penting sebagai pusat pelestarian adat dan budaya Bali.
Puncak Karya Berlangsung pada 11 Oktober
Karya Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Mupuk Pedagingan lan Tawur Balik Sumpah di Pura Mundak Sari mencapai puncaknya pada Minggu (11/10/2026).
Upacara tersebut dipuput oleh Ida Peranda Buda dari Griya Jadi dan Ida Peranda Siwa dari Griya Kesiut Kawan.
Dalam mendukung pelaksanaan karya, Pemerintah Kabupaten Tabanan turut menyalurkan dana hibah. Sebelumnya, pada 2024, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan bantuan untuk pembangunan Gedong Simpen Pura Mundak Sari.
Menjaga Tradisi Menuju Tabanan Era Baru
Sanjaya berharap semangat menyama braya, gotong royong, dan ngayah terus dipertahankan oleh masyarakat sebagai kekuatan dalam menjaga kehidupan adat dan keagamaan di Kabupaten Tabanan.
Ia menegaskan, pelestarian nilai-nilai kearifan lokal Bali sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Melalui semangat kebersamaan tersebut, masyarakat diharapkan terus menjaga keberlanjutan tradisi serta mewariskan nilai spiritual dan budaya Bali kepada generasi penerus. (BEM/Pro)




