Denpasar, Balienews.com – Gojek berkolaborasi dengan Subdit V Siber Polda Bali memberikan pelatihan etika bermedia sosial dan perlindungan privasi penumpang kepada mitra pengemudi ojek daring di Bali, Selasa (27/10/2026). Pelatihan ini bertujuan mendorong pengemudi membuat konten secara bertanggung jawab, menghormati privasi pelanggan, serta mengutamakan keselamatan berkendara menjelang libur akhir tahun 2026.
Pelatihan bertajuk #AmanBersamaGojek dengan tema “Bijak Bermedia Sosial, Jaga Privasi Penumpang” tersebut membahas etika pembuatan konten, verifikasi informasi, perlindungan data pribadi, hingga keselamatan berkendara saat merekam konten.
Gojek Ingatkan Pentingnya Privasi Penumpang
Head of Corporate Affairs Gojek, Rosel Lavina, mengatakan kreativitas mitra pengemudi dalam memanfaatkan media sosial perlu diimbangi dengan perlindungan privasi dan kenyamanan pelanggan.
“Kami berharap pelatihan ini dapat semakin mendukung kreativitas Mitra Driver dalam memanfaatkan media sosial, dengan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan, baik selama perjalanan maupun di ruang digital,” kata Rosel, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa Bali menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan selama musim liburan. Kondisi tersebut membuat mitra pengemudi perlu semakin memperhatikan keselamatan, menghormati privasi pelanggan, serta menggunakan media sosial secara bijak.
Dalam praktiknya, pengemudi perlu memperhatikan persetujuan orang yang terlibat sebelum merekam atau mengunggah konten yang menampilkan penumpang. Identitas dan informasi pribadi pelanggan juga harus dilindungi agar tidak tersebar tanpa izin.
Konten Kreatif Harus Memperhatikan Etika dan Budaya Bali
Materi etika bermedia sosial disampaikan oleh praktisi media sosial Gede Adrian Maha Putra, yang dikenal melalui akun Balinggih. Ia membahas cara membuat konten yang sesuai dengan etika bermedia sosial sekaligus menghormati kultur dan budaya Bali.
Pembekalan ini diharapkan membantu mitra pengemudi menghasilkan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa merugikan pihak lain.
Penggunaan media sosial secara bertanggung jawab menjadi penting, terutama ketika aktivitas sehari-hari pengemudi bersinggungan langsung dengan pelanggan dan wisatawan.
Keselamatan Berkendara Tetap Menjadi Prioritas
Aspek keselamatan berkendara turut dibahas bersama Alves Godino, mitra Gojek sekaligus Duta Safety Riding Gojek yang mengemban peran Teladan Tertib Berkendara di Bali.
Alves menegaskan bahwa aktivitas membuat konten tidak boleh mengesampingkan keselamatan di jalan maupun tanggung jawab pengemudi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
“Konten yang baik bukan hanya menarik, tetapi juga bisa mengedukasi. Kita tetap bisa berkarya dan berbagi konten di media sosial tanpa mengesampingkan keselamatan. Sebagai Mitra Driver, tanggung jawab utama kita adalah memastikan pelanggan merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” ujar Alves.
Pesan tersebut menekankan bahwa pengemudi harus tetap fokus saat berkendara. Pembuatan konten sebaiknya dilakukan ketika kendaraan berada dalam kondisi aman dan tidak mengganggu konsentrasi maupun pelayanan kepada penumpang.
Polda Bali Tekankan Penghormatan terhadap Hak Orang Lain
Perwakilan Subdit V Siber Polda Bali, I Wayan Sawendo Eko Wijana, turut mengingatkan pentingnya menghormati hak dan privasi orang lain dalam pembuatan serta penyebaran konten digital.
“Merekam dan menyebarkan konten yang melibatkan orang lain harus menghormati hak dan privasi mereka,” kata Sawendo.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di ruang digital tetap memiliki konsekuensi terhadap orang lain. Karena itu, mitra pengemudi perlu mempertimbangkan dampak konten sebelum merekam, mengunggah, atau menyebarkannya melalui media sosial.
Perkuat Pelayanan Aman Menjelang Libur Akhir Tahun
Melalui pelatihan #AmanBersamaGojek, Gojek ingin memperkuat pemahaman mitra pengemudi mengenai perilaku bertanggung jawab, baik di jalan maupun di ruang digital.
Etika bermedia sosial, keselamatan berkendara, pelayanan pelanggan, perlindungan data pribadi, dan penghormatan terhadap budaya lokal menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama saat kunjungan wisatawan ke Bali meningkat pada musim liburan.
Mitra pengemudi diharapkan dapat terus berkarya secara kreatif tanpa mengabaikan hak penumpang. Dengan demikian, pengalaman perjalanan dapat tetap aman dan nyaman, sementara konten yang dibagikan di media sosial tetap menghormati privasi setiap orang. (BEM)




