Balienews.com – I Putu Satya Vedanta (17), siswa kelas XII SMAN 1 Ubud, Bali, berhasil meraih medali emas dalam Asian International Mathematical Olympiad (AIMO) Final 2025 yang digelar di Tokyo, Jepang, pada Agustus 2025. Prestasi ini diraih setelah melalui perjuangan panjang, penuh tantangan, serta dukungan keluarga dan guru.
Perjalanan Menuju Juara
Satya, yang lahir di Ubud pada 4 Juli 2008, mengaku kemenangan ini menjadi pencapaian yang tak terlupakan. Meski sempat mengalami banyak kekalahan di ajang sebelumnya, nasihat sang ibu membuat semangatnya bangkit kembali.
“Setelah beberapa hari, Ibu saya menasihati agar jangan pernah berhenti mencoba. Itu yang memicu semangat saya kembali,” ungkap Satya, Senin (25/8).
Satya menambahkan bahwa pengalaman bertanding di Jepang sangat berkesan. Selain karena jarak yang jauh, ia juga menganggap Negeri Sakura sebagai destinasi impian yang akhirnya bisa ia kunjungi.
Cinta pada Matematika dan Sains
Sejak SMP, Satya aktif mengikuti kompetisi matematika. Baginya, tantangan terbesar sekaligus paling menyenangkan adalah ketika mengerjakan soal yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk diselesaikan.
Dengan matematika, Satya berharap dapat memberikan kontribusi bagi Bali, bukan hanya di bidang seni dan budaya, tetapi juga teknologi.
Ia menilai Bali masih menghadapi tantangan dalam sains, termasuk ketergantungan pada pasokan energi dan kebutuhan pokok dari luar pulau.
“Dari latar belakang tersebut, saya termotivasi untuk mendalami sains dan teknologi,” katanya.
Dukungan Guru dan Keluarga
Selama mempersiapkan diri, Satya mendapat bimbingan intensif dari guru-gurunya di SMAN 1 Ubud. Kedua orang tuanya, Kadek Antawija dan Putu Vera Jianti Dewi, juga berperan besar dengan memberikan dukungan penuh terhadap aktivitas akademiknya.
“Guru saya mengajari konsep matematika yang awalnya tidak familiar, tetapi itulah yang membuat saya semakin berkembang,” ujar Satya.
Mimpi Kuliah di Luar Negeri
Ke depan, Satya berencana melanjutkan pendidikan tinggi dengan beasiswa di luar negeri. Ia bercita-cita mendalami Fisika Terapan, Teknologi Quantum, atau Teknik Nuklir.
“Semoga pengetahuan yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi Bali khususnya, dan untuk bangsa dan negara pada umumnya,” pungkasnya. (BEM)