Tabanan, Balienews.com – Objek Wisata Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, mencatat lonjakan kunjungan hingga ratusan wisatawan pada momen Umanis Galungan, Kamis (20/11).
Lonjakan ini terjadi karena masyarakat memanfaatkan hari suci Galungan dan Kuningan untuk berwisata, sehingga manajemen mengoptimalkan layanan dan penataan kawasan demi meningkatkan pengalaman pengunjung.
Kunjungan Membludak Saat Umanis Galungan
Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton menyebut bahwa Umanis Galungan menjadi momen paling ramai dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam sehari, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 800 orang, jauh di atas hari normal yang rata-rata hanya menerima sekitar lima pengunjung lokal.
Koordinator Operasional DTW Alas Kedaton, I Gusti Bagus Suryawan, menjelaskan bahwa kunjungan lokal biasanya sangat rendah, bahkan kerap nihil.
“Saat Umanis Galungan itu ada pengunjung sampai delapan ratusan orang dalam sehari. Sangat jauh dibanding hari biasanya,” ujarnya.
Lonjakan Kunjungan Berlanjut Sehari Setelah Hari Raya Kuningan
Sehari setelah perayaan Hari Raya Kuningan, Minggu (30/11), Alas Kedaton kembali mencatat peningkatan kunjungan. Hingga pukul 13.30 Wita, jumlah tiket yang terjual mencapai 300 lembar, menunjukkan tren serupa dengan lonjakan yang terjadi pada Umanis Galungan.
Selain wisatawan domestik, wisatawan mancanegara juga memberikan kontribusi signifikan. Sepanjang November 2025, kunjungan wisatawan asing diperkirakan berada pada kisaran 30 orang per hari, dengan puncak kunjungan terjadi pada Juli–Agustus 2025 yang mencapai 70–80 orang per hari.
Tantangan Pengelolaan dan Kebutuhan Revitalisasi
Meski jumlah kunjungan meningkat pada momen hari raya, Suryawan mengakui bahwa pengelolaan Alas Kedaton masih menghadapi sejumlah tantangan. Diskusi internal terus berlangsung antara Badan Pengelola dan Desa Adat terkait kebutuhan pengembangan.
Ia menilai sejumlah sarana pendukung telah berumur dan memerlukan peremajaan.
“Alas Kedaton membutuhkan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan wisata saat ini,” katanya.
Revitalisasi Kawasan Berkat Dukungan CSR
Saat ini, DTW Alas Kedaton tengah menjalankan program penataan kawasan, khususnya area inti yang menjadi lokasi Pura Alas Kedaton. Program revitalisasi dapat berjalan berkat dukungan pendanaan melalui CSR dari Pertamina.
Ke depan, peremajaan fasilitas akan tetap menjadi prioritas, termasuk rencana pembangunan kafetaria sebagai ruang berkegiatan bagi wisatawan dan anak muda.
“Untuk kebijakan, kami menunggu keputusan Badan Pengelola. Karena kami fokus pada operasional,” tutup Suryawan.
Revitalisasi dan inovasi diharapkan mampu menjaga daya tarik Alas Kedaton sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Tabanan.
Kunjungan masyarakat pada hari suci Galungan dan Kuningan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas wisata. (BEM)




