back to top
Sabtu, November 29, 2025
- Advertisement -spot_img
BerandaGaya HidupFenomena Brain Rot: Penurunan Konsentrasi Akibat Konsumsi Konten Receh di Internet

Fenomena Brain Rot: Penurunan Konsentrasi Akibat Konsumsi Konten Receh di Internet

Balienews.com – Fenomena brain rot semakin sering dibahas karena banyak pengguna media sosial di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengalami penurunan kemampuan berpikir akibat terlalu sering mengonsumsi konten receh di internet.

Kondisi yang bisa terjadi kapan dan di mana saja ini memicu gangguan konsentrasi hingga masalah psikologis, sehingga istilah brain rot menjadi perhatian global dan ramai diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir.

Apa Itu Brain Rot dan Mengapa Terjadi?

Brain rot adalah kondisi menurunnya kemampuan berpikir dan fokus akibat terlalu sering mengonsumsi konten berkualitas rendah di internet.

Fenomena ini tidak hanya memengaruhi fungsi kognitif, tetapi juga dapat memicu kecemasan dan depresi jika dibiarkan.

Baca Juga :  Video Pendek Dinilai Memperburuk Fokus dan Emosi Remaja

Istilah brain rot menjadi semakin populer setelah terpilih sebagai Oxford Word of the Year 2024, seiring meningkatnya kebiasaan masyarakat menghabiskan waktu dengan konten hiburan ringan.

Berdasarkan informasi dari ALODOKTER, brain rot merujuk pada penurunan kemampuan otak yang dipicu kebiasaan scrolling tanpa kontrol.

Gejala ini sudah disinggung sejak 1854 oleh penulis Henry David Thoreau, yang mengkritik konsumsi konten tidak berbobot—menunjukkan bahwa masalah ini bukan hal baru.

Tanda-Tanda Brain Rot pada Pengguna Internet

Fenomena brain rot dapat dialami siapa saja, terutama mereka yang aktif bermain media sosial. Beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain:

  • Lebih tertarik scrolling saat bersama orang lain.
  • Kesulitan lepas dari gadget, termasuk saat bekerja.
  • Terlalu sering memeriksa notifikasi.
  • Menyerap banyak informasi yang tidak relevan.
  • Mengalami gangguan tidur atau insomnia.
  • Mata cepat lelah atau sering sakit kepala setelah penggunaan gadget.
Baca Juga :  Kiat Menjaga Kesehatan Mental di Tahun 2025

Cara Efektif Mencegah Brain Rot

1. Atur Screen Time

Pembatasan waktu penggunaan gadget sangat penting. Orang dewasa disarankan menggunakan gadget tidak lebih dari dua jam di luar jam kerja.

Anak-anak dianjurkan hanya 1–2 jam per hari, dan bayi di bawah dua tahun sebisa mungkin tidak terpapar gadget.

2. Hindari Penggunaan Gadget Sebelum Tidur

Cahaya layar dapat mengganggu kualitas tidur. Jauhkan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur agar otak bisa beristirahat.

3. Batasi Aplikasi di Smartphone

Terlalu banyak aplikasi media sosial meningkatkan frekuensi penggunaan. Instal aplikasi seperlunya untuk mengurangi godaan.

4. Perbanyak Aktivitas Fisik

Olahraga, memasak, atau berkebun membantu mengisi waktu dengan kegiatan produktif dan menyehatkan.

Baca Juga :  Cara Memperkuat Fokus untuk Mencapai Tujuan Hidup: Detoks Dopamin Jadi Langkah Awal

5. Bersosialisasi Secara Langsung

Menghabiskan waktu dengan teman atau keluarga dapat menurunkan stres sekaligus mengurangi ketergantungan pada dunia maya.

Pentingnya Kontrol Diri di Era Digital

Internet memberikan banyak manfaat, tetapi tanpa kontrol diri, paparan konten receh dapat memicu penurunan kesehatan mental.

Jika mulai merasa lesu, tidak fokus, atau sulit melepaskan diri dari gadget, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog untuk mendapatkan saran profesional. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI