Denpasar, Balienews.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho meninjau penerapan Smart City Policing Road Safety di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali, Rabu (17/12/2025).
Sistem berbasis teknologi ini didukung 236 kamera CCTV terintegrasi yang terhubung dengan command center untuk memantau keamanan dan arus lalu lintas secara real time, khususnya menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
236 CCTV Terintegrasi Pantau Keamanan dan Pelanggaran
Irjen Agus menjelaskan, ratusan kamera pengawas tersebut terpasang di sejumlah titik strategis di Bali dan terhubung langsung dengan command center road safety.
Sistem ini memungkinkan polisi memantau kondisi lalu lintas, menjaga keamanan, serta mendeteksi potensi pelanggaran maupun tindak kejahatan secara cepat.
“Jadi ada 236 CCTV yang terintegrasi untuk mengelola harkamtibmas, termasuk informasi kejahatan maupun pelanggaran lalu lintas,” ujar Agus.
Segera Terhubung dengan Sistem ETLE
Menurut Agus, command center tersebut akan segera diintegrasikan dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau sistem tilang elektronik.
Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan tanpa harus mengandalkan patroli konvensional.
“Kita integrasikan command centre ini dengan ETLE supaya pengguna jalan di Bali sadar, patuh, dan disiplin berlalu lintas. Tidak harus selalu dipatroli karena ETLE sudah ada di mana-mana,” tegasnya.
Arus Kendaraan Nataru Diprediksi Naik 7–10 Persen
Kakorlantas Polri juga memprediksi adanya kenaikan jumlah kendaraan yang masuk ke Bali sekitar 7–10 persen selama libur Nataru dibandingkan hari normal. Peningkatan tersebut mencakup kendaraan penumpang maupun kendaraan barang.
Meski tidak merinci angka pasti, Agus menyebut lonjakan ini juga lebih tinggi dibandingkan periode libur tahun sebelumnya.
Puncak Arus Penyeberangan di Pelabuhan
Berdasarkan proyeksi kepolisian, puncak arus penyeberangan di pelabuhan diperkirakan terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2026, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada Minggu, 4 Januari 2026. Untuk itu, kesiapan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk menjadi perhatian utama.
Agus memastikan pihak ASDP, kepolisian, dan instansi terkait telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, area parkir, serta tempat istirahat guna mendukung kelancaran penyeberangan.
Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Keamanan
Agus menegaskan, keberhasilan pengamanan Nataru tidak hanya bergantung pada polisi lalu lintas. Pemerintah daerah, dinas perhubungan, hingga pengelola pelabuhan akan terlibat langsung di lapangan.
“Kunci menyukseskan keamanan bukan hanya Polantas, tetapi semua unsur, dari pemerintah provinsi hingga dinas terkait, turun bersama untuk menjamin keamanan,” ujarnya.
Dengan dukungan Smart City Policing, pengawasan lalu lintas dan keamanan di Bali diharapkan semakin optimal selama musim libur akhir tahun. (BEM)




