Balienews.com – Olahraga untuk lansia menjadi kunci penting menjaga kebugaran tubuh, kesehatan mental, serta menurunkan risiko penyakit akibat penuaan. Meski usia tak lagi muda, para lansia tetap dianjurkan untuk rutin beraktivitas fisik demi kualitas hidup yang lebih baik.
Melansir dari laman Alodokter, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu lansia tetap sehat, bugar, dan bersemangat menjalani hari.
Sayangnya, masih banyak lansia yang kurang menyadari manfaat olahraga dan lebih sering menghabiskan waktu dengan duduk atau berbaring.
Risiko Kurang Gerak pada Usia Lanjut
Kurangnya aktivitas fisik pada lansia dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya adalah nyeri sendi dan otot, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan daya ingat, hingga penyakit jantung dan stroke.
Kondisi ini membuat olahraga dan aktivitas fisik menjadi bagian penting untuk mendukung kehidupan yang lebih sehat dan mandiri, terutama di masa pensiun.
Manfaat Olahraga untuk Lansia
Bagi lansia yang belum terbiasa berolahraga, memulai dari sekarang tetap memberikan banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat olahraga untuk lansia:
- Memperkuat otot dan sendi
- Melancarkan peredaran darah
- Mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2
- Menjaga fungsi otak dan menurunkan risiko demensia
- Mengurangi stres serta risiko depresi dan post power syndrome
- Membantu menjaga berat badan ideal
Lansia yang rutin berolahraga juga cenderung lebih produktif dan mampu menjalani aktivitas harian secara mandiri.
Rekomendasi Olahraga yang Aman untuk Lansia
Para lansia dianjurkan melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit per hari, sesuai kemampuan dan kondisi tubuh. Berikut pilihan olahraga yang relatif aman untuk lansia:
1. Jalan Santai
Jalan santai menjadi olahraga paling sederhana dan mudah dilakukan. Aktivitas ini bermanfaat untuk meningkatkan stamina, memperkuat jantung, dan membakar kalori tanpa membebani tubuh.
2. Bersepeda
Bersepeda membantu menjaga kekuatan tulang dan sendi serta mendukung kesehatan jantung. Gunakan perlengkapan keselamatan dan atur posisi sepeda agar sesuai dengan postur tubuh.
3. Berdansa
Selain menyenangkan, berdansa juga efektif melatih keseimbangan, koordinasi, dan kebugaran tubuh lansia.
4. Berenang
Berenang merupakan olahraga berdampak rendah yang sangat baik untuk lansia. Aktivitas ini membantu memperkuat otot, melancarkan aliran darah, serta menjaga kesehatan jantung dan paru-paru.
5. Pilates
Pilates dapat meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan stamina. Namun, lansia disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba olahraga ini.
6. Yoga
Yoga melatih pernapasan, kelenturan, serta ketenangan pikiran. Olahraga ini juga bermanfaat menjaga kesehatan mental dan mengurangi risiko stres maupun depresi.
7. Tai Chi
Tai chi dikenal dengan gerakannya yang lambat dan terkontrol. Olahraga ini efektif meningkatkan keseimbangan, kelenturan, dan kekuatan tubuh lansia.
8. Latihan Keseimbangan
Latihan keseimbangan membantu mengurangi risiko jatuh. Contohnya berdiri dengan satu kaki atau berjalan jinjit secara perlahan.
Tips Aman Berolahraga bagi Lansia
Selain olahraga terstruktur, lansia juga dapat tetap aktif dengan berkebun atau bermain bersama cucu. Namun, pastikan selalu didampingi keluarga dan memilih jenis olahraga sesuai kondisi kesehatan.
Bagi lansia dengan riwayat penyakit tertentu seperti jantung atau arthritis, konsultasi ke dokter sangat dianjurkan untuk menentukan jenis olahraga yang aman. (BEM)




