back to top
Jumat, Januari 23, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaKesehatan10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Picu Paru-Paru Basah

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Picu Paru-Paru Basah

Balienews.com – Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi serius pada jaringan paru-paru yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Penyakit ini kerap dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang dilakukan tanpa disadari, seperti merokok, kurang menjaga kebersihan, hingga jarang berolahraga.

Dengan mengenali kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah sejak dini, risiko infeksi dapat ditekan dan kesehatan pernapasan tetap terjaga.

Apa Itu Paru-Paru Basah dan Mengapa Perlu Diwaspadai

Paru-paru basah adalah kondisi peradangan paru-paru akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur yang masuk melalui saluran pernapasan.

Infeksi ini lebih mudah terjadi ketika daya tahan tubuh menurun atau lingkungan sekitar mendukung perkembangan kuman.

Melansir dari laman Alodokter, pneumonia bisa menimbulkan gejala ringan hingga berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas, hingga nyeri dada, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis.

Baca Juga :  Pentingnya Medical Check-Up untuk Menjaga Kesehatan

Kebiasaan Sehari-hari yang Menyebabkan Paru-Paru Basah

Berikut sejumlah kebiasaan yang sering dianggap sepele, namun berpotensi meningkatkan risiko paru-paru basah:

1. Merokok dan Paparan Asap Rokok

Asap rokok, baik dari rokok konvensional maupun vape, mengandung zat berbahaya yang merusak saluran pernapasan dan melemahkan sistem pertahanan paru-paru. Bahkan, perokok pasif tetap memiliki risiko tinggi terkena infeksi paru.

2. Kurang Menjaga Kebersihan

Jarang mencuci tangan setelah beraktivitas, batuk, atau bersin membuat kuman lebih mudah masuk ke saluran pernapasan dan berkembang di paru-paru.

3. Sering Berada di Lingkungan Lembap

Lingkungan pengap, lembap, dan minim ventilasi menjadi tempat ideal bagi kuman untuk berkembang dan terhirup ke paru-paru.

4. Tidur di Tempat Kotor atau Berbagi Alat Tidur

Kasur, bantal, atau selimut yang jarang dibersihkan dapat menjadi media penularan kuman, terlebih jika digunakan bersama orang lain.

Baca Juga :  Peringati Hari Yoga Internasional ke-10, Kedubes India Gaungkan Gaya Hidup Sehat Lewat Yoga

5. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol dapat menurunkan daya tahan tubuh serta mengganggu refleks batuk, sehingga kuman lebih mudah menetap di saluran napas.

6. Jarang Berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik membuat kebugaran paru-paru dan sistem imun menurun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi pernapasan.

7. Terlalu Sering Konsumsi Makanan Berlemak

Pola makan tinggi lemak dapat memicu peradangan dalam tubuh dan menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.

8. Tidak Melengkapi Imunisasi

Tidak mendapatkan vaksin pneumonia atau influenza meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.

9. Jarang Membersihkan Kipas Angin atau AC

Debu, jamur, dan kuman yang menumpuk pada kipas angin atau AC dapat tersebar ke udara dan terhirup masuk ke paru-paru.

10. Tidak Menggunakan Masker Saat Bepergian

Tidak memakai masker di tempat umum yang padat atau berpolusi membuat kuman dan partikel berbahaya lebih mudah masuk ke saluran napas.

Baca Juga :  Langkah Kecil Menuju Gaya Hidup Sehat

Risiko dan Komplikasi yang Bisa Terjadi

Jika kebiasaan yang menyebabkan paru-paru basah terus dibiarkan, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius. Pada kasus tertentu, pneumonia bisa memicu komplikasi berat seperti gangguan pernapasan hingga penyebaran infeksi ke organ lain.

Langkah Pencegahan untuk Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat

Mulailah menerapkan kebiasaan sehat, seperti rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, berhenti merokok, memperbaiki sirkulasi udara di rumah, berolahraga teratur, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Melengkapi imunisasi juga menjadi langkah penting untuk memperkuat daya tahan tubuh.Jika muncul gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam tinggi, atau sesak napas, segera konsultasikan ke dokter agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI