back to top
Rabu, Februari 4, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaInternasionalHarga Emas Dunia Cetak Rekor, Tembus US$5.000 per Troy Ounce

Harga Emas Dunia Cetak Rekor, Tembus US$5.000 per Troy Ounce

Balienews.com – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pada Senin (26/1), emas menembus level US$5.000 per troy ounce atau setara sekitar Rp84,9 juta per 31,1 gram.

Lonjakan ini menegaskan pergeseran besar investor global ke aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Kenaikan tersebut terjadi di pasar emas internasional dan menjadi yang tertinggi sejak perdagangan logam mulia modern dimulai.

Emas kini dipandang sebagai pelindung nilai paling aman di tengah gejolak politik, konflik internasional, serta melemahnya kepercayaan terhadap mata uang utama dunia.

Reli emas terbesar sejak 1970-an

Melansir dari laman DW.com, dalam 12 bulan terakhir harga emas hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Analis menyebut reli ini sebagai yang terbesar sejak dekade 1970-an, era krisis minyak dan inflasi global.

Meski lonjakan paling tajam terjadi sepanjang 2025, tren kenaikan harga emas sejatinya telah berlangsung sejak 2019, saat harga emas masih berada di kisaran US$1.280 per troy ounce. Sejak saat itu, emas terus menguat seiring meningkatnya risiko global.

Baca Juga :  Harga Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Kamis 29 Januari 2026

Ketegangan geopolitik jadi pemicu utama

Lonjakan harga emas tidak terlepas dari memburuknya kondisi geopolitik dunia. Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menginvasi dan mencaplok Greenland, serta rencana pemberlakuan tarif terhadap negara yang menentang kebijakannya, memicu ketegangan baru antara AS dan Uni Eropa.

Situasi ini diperburuk oleh intervensi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, serta konflik berkepanjangan di Ukraina dan Gaza.

Kepala pasar AJ Bell, Dan Coatsworth, mengatakan kepada Deutsche Welle (DW) bahwa reli emas mencerminkan kehati-hatian investor global.

“Investor enggan melepaskan selimut pengaman mereka, kalau-kalau Donald Trump bangun tidur dengan ide kontroversial lainnya,” ujarnya.

Pencarian aset aman makin menguat

Analis DZ Bank di Frankfurt, Thomas Kulp, menilai lonjakan harga emas didorong kuat oleh pencarian aset aman.

Ia menyebut kondisi geopolitik global tengah mengalami kemerosotan serius, mendorong investor ritel dan institusi untuk meningkatkan porsi emas dalam portofolio mereka.

Baca Juga :  Emas Fisik vs Emas Digital: Mana Pilihan Investasi yang Lebih Menguntungkan?

DZ Bank bahkan memperkirakan tren kenaikan harga emas berpotensi berlanjut hingga 2026, seiring meningkatnya risiko politik dan ekonomi global.

Dolar AS melemah, emas makin diminati

Kenaikan harga emas juga berkaitan erat dengan melemahnya dolar AS. Pekan lalu, emas mencatat kenaikan mingguan terbaik dalam hampir 20 tahun, sementara dolar AS mengalami performa terburuk sejak Mei 2025.

Analis Forex.com, Fawad Razaqzada, menyebut kondisi ini sebagai perilaku safe haven yang sesuai teori.

“Permintaan perlindungan masih ada. Kepercayaan terhadap dolar dan obligasi tampak agak goyah,” katanya.

Pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain, sehingga mendorong permintaan global. Sepanjang 2025, dolar AS tercatat melemah 9,5%, penurunan tahunan terdalam sejak 2017.

ETF emas dan bank sentral jadi motor reli

Lonjakan harga emas juga dipicu masuknya investor baru melalui exchange-traded funds (ETF) berbasis emas. Permintaan ETF emas global melonjak signifikan, seiring meningkatnya minat investor dari berbagai latar belakang.

World Gold Council melaporkan bahwa hingga akhir Desember 2025, aset kelolaan ETF emas global mencapai US$559 miliar, atau sekitar Rp9,36 kuadriliun, rekor tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga :  Harga Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Kamis 29 Januari 2026

Analis Deutsche Bank menyebut pasar emas kini didorong dua kekuatan besar, yakni bank sentral dan investor ETF, yang sama-sama aktif melakukan pembelian agresif.

Prospek harga emas sepanjang 2026

Memasuki 2026, mayoritas analis memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan.

World Gold Council menyatakan prospek emas akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan kebijakan ekonomi global.

Jika pertumbuhan ekonomi melambat dan suku bunga turun, emas berpeluang naik secara moderat. Namun, jika ketidakpastian geopolitik meningkat dan perlambatan ekonomi memburuk, harga emas berpotensi melesat lebih tinggi.

Sebaliknya, jika kebijakan ekonomi AS mampu memperkuat dolar dan menekan risiko global, tekanan terhadap harga emas bisa kembali muncul.

Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, emas tetap menjadi pilihan utama investor sebagai pelindung nilai.

Pergerakan harga emas ke depan akan menjadi indikator penting arah ekonomi dan stabilitas geopolitik dunia. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI