back to top
Jumat, Februari 20, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaNasionalMobil Nasional Masuk Tahap Serius, Pindad Siapkan Basis Produksi di Subang

Mobil Nasional Masuk Tahap Serius, Pindad Siapkan Basis Produksi di Subang

Balienews.com – PT Pindad menyiapkan lahan kawasan industri di Subang, Jawa Barat, untuk mendukung Program Mobil Nasional yang menjadi prioritas pemerintah. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dengan produksi awal 100.000 unit per tahun dan kapasitas maksimal mencapai 500.000 unit, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri otomotif nasional yang berkelanjutan.

Kawasan Industri Subang Jadi Basis Mobil Nasional

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, mengatakan pengembangan mobil nasional tidak dapat berjalan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan uji coba teknologi (piloting), inovasi berkelanjutan, serta ekosistem industri yang terintegrasi agar program ini dapat berkelanjutan.

“Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program. Kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” ujar Sigit dalam keterangan resmi, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga :  Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Dihapus dari Daftar PSN, Gubernur Bali Siapkan Plan B

Kawasan industri yang disiapkan di Subang dirancang untuk menopang proses produksi dari hulu ke hilir, termasuk manufaktur, perakitan, dan dukungan rantai pasok otomotif.

MoU Bappenas, HKI, dan Pindad Perkuat Perencanaan Industri

Langkah Pindad tersebut sejalan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian PPN/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad. Kerja sama ini bertujuan memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam RPJMN 2025–2029.

Kesepakatan ini juga menjadi landasan percepatan Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) serta penyelarasan kebijakan industri otomotif nasional.

Bappenas: Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Pabrik

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pembangunan pabrik saja tidak cukup untuk menciptakan industri otomotif nasional yang mandiri.

Baca Juga :  Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Dihapus dari Daftar PSN, Gubernur Bali Siapkan Plan B

“Ini sejarah baru untuk melanjutkan milestone yang belum selesai. Membuat mobil bisa, membuat pabrik mobil bisa, tapi membuat industri mobil nasional belum tentu bisa,” ujar Rachmat.

Ia menambahkan, keberadaan kawasan industri yang terintegrasi dengan rantai pasok menjadi kunci utama agar industri mobil nasional mampu bersaing secara global.

170 Kawasan Industri Siap Dukung PSN

Ketua HKI, Ahmad Ma’ruf Maulana, menyatakan sebanyak 170 kawasan industri di Indonesia siap mendukung pelaksanaan PSN, termasuk Program Mobil Nasional dan agenda hilirisasi industri.

Ia berharap MoU tersebut tidak berhenti pada tataran perencanaan, melainkan dikawal hingga tahap implementasi. Hal ini penting agar hambatan teknis di lapangan dapat diselesaikan lebih cepat, seiring dengan pembahasan regulasi dan promosi kawasan industri Indonesia ke pasar global.

Baca Juga :  Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Dihapus dari Daftar PSN, Gubernur Bali Siapkan Plan B

Fokus Industri Hijau dan Teknologi Manufaktur

Melalui kerja sama ini, ketiga pihak sepakat mengembangkan kawasan industri berwawasan lingkungan, memperkuat rantai pasok otomotif dalam negeri, serta mengadopsi teknologi manufaktur berstandar tinggi.

Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya industri mobil nasional yang berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dengan dukungan kawasan industri terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, Program Mobil Nasional diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri otomotif Indonesia. Publik kini menantikan realisasi produksi perdana pada 2028 sebagai langkah nyata menuju kemandirian industri nasional. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI