back to top
Rabu, Februari 18, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaGaya HidupBahaya Charger Dibiarkan Terpasang di Stop Kontak Meski Tidak Digunakan

Bahaya Charger Dibiarkan Terpasang di Stop Kontak Meski Tidak Digunakan

Balienews.com – Membiarkan charger tetap terpasang di stop kontak meski tidak digunakan masih menjadi kebiasaan banyak orang. Padahal, menurut para ahli kelistrikan, kebiasaan ini berisiko meningkatkan konsumsi listrik tersembunyi, mempercepat kerusakan adaptor, hingga memicu potensi kebakaran.

Praktik ini kerap dilakukan karena alasan praktis—malas mencabut atau merasa akan digunakan kembali dalam waktu dekat—tanpa menyadari dampak jangka panjangnya.

Konsumsi Listrik Tersembunyi

Salah satu risiko utama adalah konsumsi listrik tersembunyi yang dikenal sebagai phantom load atau vampire power. Charger yang tetap menancap di stop kontak tetap menarik daya listrik, meskipun tidak sedang mengisi daya perangkat.

Menurut Josh Leclair, seorang Master Electrician sekaligus pemilik Village Home Services, konsumsi listrik tersebut memang kecil. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, akumulasi pemakaian listrik bisa berdampak pada tagihan bulanan.

Dalam jangka panjang, kebiasaan sederhana ini bisa membuat pengeluaran listrik meningkat tanpa disadari.

Risiko Panas Berlebih dan Kebakaran

Selain pemborosan listrik, faktor keamanan juga menjadi perhatian. Brendan McCarthy, CEO Salt Service Company di Austin, Texas, menjelaskan bahwa charger yang terus terhubung ke listrik akan tetap dalam kondisi aktif dan hangat.

Komponen di dalam adaptor bisa mengalami keausan lebih cepat. Pada kondisi tertentu—terutama jika charger sudah tua, rusak, atau berkualitas rendah—panas berlebih dapat memicu korsleting bahkan risiko kebakaran.

Masalah ini semakin berisiko jika kepala charger berdaya besar dipasangkan dengan kabel yang tidak kompatibel atau berkualitas rendah. Kombinasi tersebut bisa menyebabkan panas tidak tersalurkan dengan baik dan meningkatkan potensi kerusakan.

Bahaya bagi Anak dan Hewan Peliharaan

Di rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan, risiko bisa lebih besar. Kabel charger yang menjuntai mudah ditarik, digigit, atau terinjak tanpa sengaja.

Jika kabel rusak dan bagian dalamnya terbuka, ujung charger yang masih dialiri listrik dapat memicu sengatan listrik atau korsleting. Risiko ini sering kali luput dari perhatian karena charger dianggap tidak berbahaya saat tidak digunakan.

Cara Aman dan Praktis Mengurangi Risiko

Para teknisi listrik menilai, mencabut charger setelah digunakan bukan tindakan berlebihan, melainkan kebiasaan kecil dengan manfaat besar.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Cabut adaptor setelah selesai mengisi daya
  • Gunakan stop kontak dengan sakelar
  • Pastikan charger dan kabel sesuai spesifikasi perangkat
  • Hindari penggunaan charger berkualitas rendah

Menggunakan stop kontak bersakelar bisa menjadi solusi praktis. Setelah selesai mengisi daya, pengguna cukup mematikan sakelar tanpa perlu mencabut adaptor satu per satu.

Kebiasaan Kecil, Dampak Besar

Mencabut charger dari stop kontak dapat membantu menghemat listrik, memperpanjang usia adaptor, dan mengurangi risiko kebakaran di rumah.

Langkah sederhana ini bisa menjadi investasi kecil untuk keamanan dan efisiensi jangka panjang. Mulailah membiasakan diri mencabut charger setelah digunakan demi keselamatan dan penghematan energi di rumah Anda. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI