Tabanan, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Ketahanan Pangan melakukan survei dan pemantauan harga komoditas pangan di sembilan pasar tradisional pada Kamis (5/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok, menjaga kelancaran distribusi pangan, serta melindungi daya beli masyarakat.
Survei Harga Pangan di Pasar Tradisional Tabanan
Pemantauan dilakukan di seluruh pasar tradisional yang dikelola Pemkab Tabanan. Hasilnya, mayoritas harga komoditas pangan strategis terpantau stabil tanpa kenaikan signifikan.
Harga beras medium tercatat stabil di Rp15.000 per kilogram, sementara beras premium berada di kisaran Rp16.000 per kilogram. Minyak goreng juga relatif terkendali dengan harga rata-rata Rp20.778 per liter.
Harga Protein Hewani Relatif Terkendali
Untuk komoditas protein hewani, harga daging babi terpantau stabil di angka Rp83.889 per kilogram. Daging ayam ras dijual seharga Rp42.444 per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada di harga Rp27.667 per kilogram.
Sementara itu, daging sapi has luar mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, mencapai sekitar 90 persen, dengan harga rata-rata Rp12.000 per kilogram.
Komoditas Hortikultura Masih Stabil
Komoditas hortikultura di pasar tradisional Tabanan juga menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Cabai merah besar tercatat Rp26.667 per kilogram dan cabai rawit merah Rp67.778 per kilogram, tanpa perubahan harga.
Harga bawang merah berada di kisaran Rp30.222 per kilogram dan bawang putih Rp34.778 per kilogram, keduanya terpantau stabil selama periode pemantauan.
Harga Ikan dan Gula Konsumsi
Untuk komoditas perikanan, ikan tongkol tercatat Rp29.667 per kilogram dengan penurunan tipis sebesar 0,16 persen. Sementara itu, harga gula pasir konsumsi merek Gulaku atau sejenisnya stabil di angka Rp17.556 per kilogram.
Dinas Ketahanan Pangan Pastikan Pasokan Aman
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan, Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan pasokan dan distribusi pangan di wilayah Tabanan masih berjalan dengan baik.
“Secara umum, harga komoditas pangan strategis di pasar tradisional Kabupaten Tabanan berada dalam kondisi stabil. Ini menandakan ketersediaan pasokan masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga, terutama menjelang hari besar keagamaan dan periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Pemantauan Rutin untuk Lindungi Daya Beli
Menurutnya, data hasil survei harga ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga pangan.
“Pemantauan ini penting untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah,” pungkasnya. (BEM/r)




