Denpasar, Balienews.com – I Wayan Koster menyoroti tingginya jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri saat menghadiri groundbreaking Eye Hospitals and Clinics JEC Bali Sanur di kawasan The Sanur, Sabtu (14/2/2026).
Ia menegaskan layanan kesehatan di Bali sejatinya tidak kalah kualitasnya, namun perlu komitmen dan tata kelola berstandar internasional agar mampu bersaing di level global.
Menurut Koster, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Bali menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia sekaligus menekan tren WNI berobat ke luar negeri.
Soroti WNI Berobat ke Luar Negeri
Koster menilai, secara kualitas tenaga medis maupun fasilitas, Indonesia—khususnya Bali—telah memiliki standar yang baik. Namun, daya saing global masih perlu diperkuat melalui sistem pelayanan yang terintegrasi dan berorientasi internasional.
“Pelayanan kesehatan yang kita miliki tidak kalah dengan luar negeri. Tapi mengapa mereka bisa berkelas dunia? Itu soal komitmen dan tatanan membangun pelayanan yang berkualitas,” ujarnya.
Ia berharap KEK Kesehatan mampu menjadi solusi konkret agar masyarakat tidak lagi memilih berobat ke luar negeri.
KEK Kesehatan Bali Dorong Medical Tourism
Pengembangan KEK Kesehatan di kawasan The Sanur diproyeksikan menjadi one stop service layanan kesehatan berstandar internasional pertama di Indonesia. Konsepnya mengintegrasikan medical tourism dan wellness tourism.
Koster menyebut, keberadaan KEK Kesehatan Bali tidak hanya berdampak pada sektor layanan medis, tetapi juga memperluas daya tarik pariwisata Pulau Dewata.
“Ini tidak hanya untuk kepentingan kesehatan berkelas dunia, tetapi juga mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik,” tegasnya.
JEC Bali Sanur Perkuat Posisi The Sanur
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Christine Hutabarat, mengatakan penambahan fasilitas Eye Hospitals and Clinics JEC Bali Sanur semakin memperkuat posisi KEK Kesehatan The Sanur sebagai destinasi health and wellness tourism unggulan.
Menurutnya, kawasan ini akan menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi Bali melalui integrasi sektor kesehatan dan pariwisata berbasis kualitas layanan internasional.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata Bali
Pengembangan KEK Kesehatan Bali dinilai mampu meningkatkan investasi di sektor kesehatan, mengurangi devisa yang keluar akibat masyarakat berobat ke luar negeri, membuka lapangan kerja baru, mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali, serta memperluas segmen wisata kesehatan berbasis medical tourism.
Jika terealisasi optimal, Bali berpotensi menjadi pusat medical tourism di Indonesia yang kompetitif di kawasan Asia.
Menuju Bali sebagai Destinasi Kesehatan Global
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi Bali pascapandemi, dengan memperluas sektor unggulan di luar pariwisata konvensional.
Dengan integrasi layanan medis modern dan konsep wellness, KEK Kesehatan The Sanur diharapkan menjadi tonggak baru pengembangan medical tourism Indonesia.
Masyarakat pun diharapkan mulai memanfaatkan layanan kesehatan dalam negeri yang terus berbenah menuju standar global. (BEM)




