Tabanan, Balienews.com – Seribu lampion merah mulai menghiasi sejumlah sudut di Kabupaten Tabanan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Ornamen khas Tionghoa tersebut dipasang oleh umat Tionghoa bersama Yayasan Kerta Yasa Tabanan sebagai tradisi rutin untuk menyambut pergantian tahun baru penanggalan Tionghoa.
Pemasangan lampion dilakukan sejak awal Februari 2026 di berbagai titik strategis kota. Selain mempercantik wajah kota, lampion juga menjadi simbol harapan, keberkahan, sekaligus penegas kuatnya toleransi antarumat beragama di Tabanan.
Dipasang di Titik Strategis Kota
Lampion merah dipasang di sejumlah lokasi publik, mulai dari kawasan Vihara Konco, perbatasan gapura kota, sepanjang jalan utama, hingga taman kota.
Pemasangan dilakukan secara gotong royong sebagai bagian dari tradisi budaya yang terus dijaga masyarakat Tionghoa setempat.
Ketua Yayasan Kerta Yasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menjelaskan lampion memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Tionghoa.
“Lampion merupakan simbol penyambutan Imlek 2577. Cahaya lampion diharapkan menjadi penerang pikiran dan jiwa dalam memasuki tahun yang baru,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Simbol Persaudaraan dan Kerukunan Umat
Menurut Liem, tradisi pemasangan lampion tidak sekadar dekorasi tahunan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi lambang kebersamaan masyarakat Tabanan yang selama ini dikenal hidup rukun dalam keberagaman.
Ia menegaskan, momentum perayaan Imlek menjadi pengingat pentingnya menjaga persaudaraan lintas agama dan budaya di tengah masyarakat.
“Tabanan sudah dikenal harmonis. Nilai kebersamaan ini harus terus dipelihara,” katanya.
Rangkaian Persembahyangan Imlek
Selain pemasangan lampion, umat Tionghoa di Tabanan juga menyiapkan rangkaian ibadah menyambut Tahun Baru Imlek. Persembahyangan malam pergantian tahun akan dipusatkan di Vihara Konco tepat pukul 00.00 WITA.
Selanjutnya, sembahyang Tahun Baru Imlek akan digelar pada 16 Februari 2026 sejak pagi hari dengan melibatkan umat Tionghoa setempat.
Harapan Keberkahan dan Keharmonisan
Perayaan Imlek 2577 diharapkan membawa keberkahan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi umat Tionghoa. Momentum ini juga diharapkan semakin memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Tabanan.
Masyarakat diharapkan turut menjaga suasana kondusif dan menghormati perayaan keagamaan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah. (BEM)




