back to top
Jumat, Februari 6, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahProduksi Padi Bali 2025 Naik, Distan Pangan Bantah Data BPS

Produksi Padi Bali 2025 Naik, Distan Pangan Bantah Data BPS

Denpasar, Balienews.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Provinsi Bali membantah data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali yang menyebut produksi padi di Bali sepanjang 2025 mengalami penurunan.

Pemerintah Provinsi Bali justru mengklaim produksi padi dan beras meningkat berdasarkan pendataan internal daerah.

Kepala Distan Pangan Bali, Wayan Sunada, menyampaikan bantahan tersebut pada Rabu (4/2/2026) di Denpasar. Ia menjelaskan perbedaan data terjadi karena metode pencatatan yang digunakan antara pemerintah daerah dan BPS tidak sama.

Versi Pemprov Bali: Produksi Padi dan Beras Naik

Menurut data Pemprov Bali, sepanjang tahun 2025 produksi padi di Bali mencapai 753.587,45 ton, dengan produksi beras sebesar 471.821,103 ton.

“Tidak ada penurunan. Kalau melihat data kami, justru produksi padi meningkat,” ujar Wayan Sunada.

Angka tersebut berbeda signifikan dengan data yang dirilis BPS Bali, yang mencatat produksi padi hanya 587,87 ribu ton, turun 47,61 ribu ton atau 7,49 persen dibandingkan tahun 2024.

Data BPS Bali Catat Penurunan Produksi

BPS Bali juga mencatat produksi beras di Bali sepanjang 2025 sebesar 331,53 ribu ton, turun 26,65 ribu ton atau 7,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain produksi, perbedaan data juga terlihat pada luas panen padi. BPS Bali mencatat luas panen sebesar 96,44 ribu hektare, turun 7,09 persen dibandingkan tahun 2024.

Luas Tanam Versi Daerah Lebih Besar

Berbeda dengan BPS, Distan Pangan Bali mencatat luas tanam padi mencapai 125 ribu hektare, dengan luas panen terealisasi 121,881 ribu hektare.

“Memang benar lahan pertanian menurun dan kebutuhan meningkat karena jumlah penduduk naik dari 4,2 juta menjadi 4,4 juta jiwa. Namun produksi tidak menurun, terlihat dari luas tanam dan panen yang masih tinggi,” jelas Sunada.

Strategi Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Meski mengakui luas panen tergolong terbatas, Distan Pangan Bali mengklaim telah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Salah satunya dengan meningkatkan indeks pertanaman (IP). Jika sebelumnya petani hanya menanam satu kali setahun (IP 100), kini ditingkatkan menjadi IP 200 hingga IP 300.

Pada lahan irigasi teknis, petani Bali kini mampu melakukan penanaman hingga tiga kali setahun, sementara pada lahan sawah tadah hujan meningkat dari satu kali menjadi dua kali tanam per tahun.

Pertanian Organik Dorong Keamanan Pangan

Program pertanian organik yang digencarkan Pemprov Bali juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keamanan pangan.

“Dengan berbagai upaya itu, Bali masih surplus sekitar 65 ribu ton untuk komoditas pangan strategis tahun ini,” kata Sunada.

Tabanan Penyumbang Produksi Terbesar

Berdasarkan data Pemprov Bali, produksi padi tertinggi sepanjang 2025 berada di Kabupaten Tabanan dengan 200.946,676 ton, sedangkan produksi terendah tercatat di Kabupaten Bangli sebesar 18.911,572 ton.

Perbedaan data produksi padi antara Pemprov Bali dan BPS Bali menjadi catatan penting dalam pengambilan kebijakan pangan.

Sinkronisasi data lintas lembaga dinilai krusial agar perencanaan ketahanan pangan Bali semakin akurat dan berkelanjutan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI