Denpasar, Balienews.com — PT BIBU Panji Sakti menggandeng S-Transport Co., Ltd, perusahaan transportasi dan teknologi infrastruktur asal Korea Selatan, untuk menyiapkan ekosistem digitalBandara Internasional Bali Utara.
Kerja sama ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan bandara yang masuk dalam RPJMN 2025–2029, guna mendorong pemerataan ekonomi dan konektivitas wilayah Bali Utara.
Bandara Bali Utara Masuk RPJMN 2025–2029
CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, mengatakan proyek Bandara Bali Utara telah memperoleh landasan kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025.
Meski demikian, PT BIBU Panji Sakti masih menunggu penetapan lokasi resmi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebelum memasuki tahap lanjutan pembangunan.
S-Transport Diposisikan sebagai Mitra Teknologi
Erwanto menjelaskan, S-Transport yang berbasis di Seoul dikenal sebagai penyedia solusi transportasi modern berbasis teknologi digital dan integrasi sistem infrastruktur cerdas.
Dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani, S-Transport tidak berperan sebagai kontraktor konstruksi, melainkan sebagai mitra teknis dan teknologi strategis.
Perusahaan asal Korea Selatan itu akan terlibat dalam perencanaan sistem transportasi bandara, integrasi sistem digital dan kendali operasional, serta pengembangan model operasional bandara yang aman dan efisien.
Bandara Bali Utara untuk Koreksi Ketimpangan Wilayah
Menurut Erwanto, pembangunan Bandara Bali Utara di Kubutambahan bukan sekadar proyek infrastruktur penerbangan, melainkan instrumen koreksi spasial pembangunan Bali.
Dengan kehadiran bandara di wilayah utara, arus wisatawan diharapkan tidak lagi terpusat di Bali Selatan.
Dampak lanjutan yang ditargetkan mencakup tumbuhnya hotel, pusat logistik, kawasan ekonomi baru, hingga lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
“Kami tidak ingin bandara ini berdiri sebagai monumen, tetapi sebagai mesin ekonomi kawasan,” tegas Erwanto.
Standar Global untuk Tingkatkan Kredibilitas Proyek
Belajar dari pengalaman pembangunan infrastruktur di Indonesia, PT BIBU Panji Sakti menilai kolaborasi dengan mitra asing berstandar global penting untuk menjaga kredibilitas dan kualitas implementasi proyek.
Kerja sama ini diharapkan mampu menjawab tantangan implementasi, sekaligus memastikan manfaat publik benar-benar dirasakan masyarakat.
Pendekatan Berbasis Data ala Korea Selatan
Sementara itu, CEO S-Transport Co., Ltd, Choi Jamie Jangkook, menilai Bali Utara memiliki posisi strategis tidak hanya bagi pariwisata, tetapi juga sebagai simpul konektivitas regional.
Ia menegaskan, Bandara Bali Utara dirancang sejak awal sebagai sistem terintegrasi, bukan sekadar terminal dan landasan pacu.
“Kami membawa pendekatan berbasis data dan simulasi. Seluruh skenario operasional, arus penumpang, hingga sistem keselamatan harus dipikirkan sebelum beton pertama dicor,” ujarnya.
Pengalaman Korea Selatan dalam mengembangkan sistem transportasi terintegrasi menjadi fondasi utama pendekatan tersebut.
Dengan kolaborasi lintas negara ini, PT BIBU Panji Sakti berharap Bandara Internasional Bali Utara dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru sekaligus simbol pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. (BEM)




