back to top
Sabtu, Februari 28, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahUji Lab Unud: Mangrove Bali Selatan Tercemar Solar

Uji Lab Unud: Mangrove Bali Selatan Tercemar Solar

Denpasar, Balienews.com – Kematian massal tanaman mangrove di kawasan milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Bali Selatan dipastikan akibat kontaminasi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Temuan ini disampaikan tim peneliti Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana (Unud) berdasarkan hasil analisis laboratorium yang dilakukan pada Rabu (25/2) hingga Kamis (26/2) di kawasan pesisir Bali Selatan.

Koordinator tim peneliti, Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pengujian dilakukan menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) terhadap sampel sedimen dan air di daerah rhizosfer mangrove.

Hasilnya menunjukkan adanya cemaran hidrokarbon identik dengan solar yang mengakibatkan kematian tanaman secara masif.

41 Senyawa Hidrokarbon Terdeteksi di Tanah

Berdasarkan analisis GC-MS, sampel tanah dinyatakan positif tercemar limbah minyak bumi, terutama diesel (solar). Senyawa hidrokarbon yang terdeteksi didominasi rentang karbon C15–C24, ciri khas bahan bakar solar.

Baca Juga :  Pertamina Investigasi Kematian Ratusan Mangrove di Tahura Ngurah Rai

Dari total 45 senyawa volatil yang teridentifikasi, sebanyak 41 di antaranya merupakan senyawa hidrokarbon yang umum ditemukan dalam bensin, minyak tanah, dan solar.

Beberapa senyawa dominan yang ditemukan dalam hasil uji laboratorium tersebut antara lain n-Hexadecane sebesar 5,799 persen, n-Heptadecane 7,651 persen, Pentadecane 2,6,10-trimethyl 7,277 persen, Pentadecane 2,6,10,14-tetramethyl 8,677 persen, serta n-Eicosane 5,421 persen.

Sementara itu, pada sampel air hanya terdeteksi satu senyawa hidrokarbon yakni squalene, yang bukan indikator pencemaran minyak bumi. Hal ini mengindikasikan residu minyak telah mengendap dan terakumulasi di sedimen.

Gejala Kerusakan: Daun Menguning hingga Busuk Akar

Secara visual, mangrove yang terdampak menunjukkan gejala penyakit abiotik seperti klorosis (daun menguning), nekrosis, kulit batang mengelupas, pertumbuhan kerdil, hingga busuk akar.

Baca Juga :  Pertamina Investigasi Kematian Ratusan Mangrove di Tahura Ngurah Rai

Pola kematian tanaman juga tidak terjadi secara sporadis, melainkan dalam blok populasi yang sama. Kondisi ini menguatkan dugaan paparan zat beracun dalam jumlah signifikan di satu area tertentu.

Minyak yang meresap ke dalam pori-pori tanah menutup sistem perakaran dan menghambat penyerapan air serta unsur hara.

Senyawa aromatik dalam solar merusak membran sel tanaman dan menyebabkan kematian dalam hitungan minggu setelah paparan.

Rekomendasi Strategis Selamatkan Ekosistem Mangrove

Atas temuan tersebut, tim peneliti Unud merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Pemantauan kesehatan mangrove secara berkala, khususnya di kawasan Tahura Ngurah Rai
  • Isolasi dan aplikasi bakteri pendegradasi minyak untuk bioremediasi tanah
  • Audit menyeluruh infrastruktur pipa bawah laut dan fasilitas energi di Bali Selatan
  • Moratorium aktivitas berisiko di kawasan sensitif hingga dokumen lingkungan diperbarui
  • Rehabilitasi substrat sebelum penanaman ulang
  • Penertiban status lahan di kawasan hutan lindung
Baca Juga :  Pertamina Investigasi Kematian Ratusan Mangrove di Tahura Ngurah Rai

Tanpa langkah cepat dan tegas, ekosistem mangrove Bali Selatan berpotensi terus menyusut.

Ancaman bagi Ketahanan Pesisir dan Pariwisata Bali

Hutan mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung pesisir dari abrasi, penyangga ekosistem laut, hingga penopang citra pariwisata Bali berbasis lingkungan.

“Perlindungan mangrove bukan sekadar isu lingkungan lokal, tetapi juga menyangkut keamanan wilayah pesisir dan ketahanan menghadapi perubahan iklim,” tegas Dr. Wiryangga.

Masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan turut mengawal penanganan kasus ini demi menjaga keberlanjutan lingkungan Bali Selatan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI