back to top
Minggu, Maret 8, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaHukum & KriminalBNN Bongkar Laboratorium Narkoba Mephedrone di Vila Gianyar, Dua WNA Rusia Ditangkap

BNN Bongkar Laboratorium Narkoba Mephedrone di Vila Gianyar, Dua WNA Rusia Ditangkap

Balienews.comBadan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap praktik laboratorium rahasia pembuatan narkotika jenis mephedrone di sebuah vila di Jalan Padat Karya, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Dalam operasi yang dilakukan Jumat (6/3/2026) dini hari, petugas menangkap dua warga negara Rusia berinisial N (29) dan ST (35) serta menyita 7,3 kilogram narkotika mephedrone beserta bahan baku dan peralatan produksi.

Sementara itu, seorang perempuan berinisial SK yang diduga sebagai pengendali jaringan masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pengungkapan Pertama Laboratorium Mephedrone di Indonesia

Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, mengatakan pengungkapan ini menjadi salah satu kasus terbesar terkait narkotika jenis mephedrone (4-methylmethcathinone) di Indonesia.

Menurutnya, jumlah barang bukti yang ditemukan tergolong besar dan menjadi pengungkapan pertama clandestine laboratory mephedrone oleh BNN.

“Ini kemungkinan yang terbesar yang pernah kami temukan untuk quantity mephedrone di Indonesia. Selain itu, ini juga pertama kali BNN mengungkap laboratorium rahasia narkotika jenis mephedrone,” ujarnya saat konferensi pers di lokasi kejadian, Sabtu (7/3/2026).

Terungkap dari Paket Mencurigakan di Bandara

Kasus ini terungkap setelah penyelidikan tim gabungan yang melibatkan BNN, Bea Cukai, Imigrasi, dan Kepolisian Daerah Bali selama sekitar dua bulan.

Awalnya, petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menemukan paket mencurigakan yang dikirim dari China melalui jasa ekspedisi internasional.

Setelah diperiksa, paket tersebut berisi bahan baku narkotika yang ditujukan kepada seorang warga negara asing di Bali.

Tim BNN kemudian melakukan pelacakan hingga diketahui bahwa paket tersebut dikirim kepada tersangka ST, yang selanjutnya menyerahkan bahan tersebut kepada tersangka N untuk diproses menjadi narkotika.

Produksi Narkotika Dilakukan Tengah Malam

BNN mengungkap para tersangka sengaja menghindari perhatian warga dengan melakukan aktivitas produksi pada malam hari.

Mereka biasanya datang ke vila sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 WITA hanya saat proses peracikan berlangsung.

Selain itu, para pelaku juga menggunakan paspor ganda dan sering berpindah tempat tinggal, sehingga proses pengungkapan membutuhkan waktu cukup lama.

Diduga Dikendalikan Buronan di Luar Negeri

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku seluruh kegiatan produksi narkotika tersebut didanai oleh seorang WNA Rusia berinisial SK, yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.

Menurut Roy, tersangka N bertugas meracik narkotika dan menerima bayaran Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Sementara itu, SK diduga menjadi pengendali jaringan dan memberikan fasilitas tempat tinggal gratis kepada para pelaku.

“Hasil pengecekan dua atau tiga hari lalu menunjukkan bahwa SK berada di Dubai,” kata Roy.

Vila Tersembunyi di Tengah Perkebunan

Berdasarkan pantauan di lokasi, vila yang dijadikan clandestine drug laboratory tersebut berada di tengah perkebunan warga dan dikelilingi tembok setinggi sekitar tiga meter.

Bangunan vila terdiri dari dua kamar tidur yang dipisahkan oleh dapur. Satu kamar digunakan untuk menyimpan bahan baku narkotika. Dan satu kamar lainnya difungsikan sebagai tempat produksi mephedrone.

Lokasi yang relatif tersembunyi ini diduga sengaja dipilih untuk menghindari pengawasan masyarakat.

Proses Hukum Berlanjut

Saat ini kedua tersangka telah ditahan di BNN Provinsi Bali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

BNN juga terus melakukan pengembangan kasus guna memburu tersangka SK serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan internasional yang terlibat dalam produksi dan distribusi narkotika tersebut. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI