Tabanan, Balienews.com – Ratusan anak Taman Kanak-Kanak (TK) memeriahkan Pawai Ogoh-Ogoh Mini dalam rangka Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 yang digelar di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya, Kabupaten Tabanan, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Pawai ogoh-ogoh mini tersebut menjadi ruang kreativitas sekaligus sarana mengenalkan budaya Bali kepada anak-anak sejak usia dini.
Antusiasme Anak-anak Warnai Festival Ogoh-Ogoh
Suasana meriah terasa di seputaran Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan saat ratusan anak TK tampil membawa ogoh-ogoh mini hasil kreativitas mereka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 yang menjadi agenda budaya tahunan di Kabupaten Tabanan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, didampingi Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, serta Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga bersama istri Ny. Budiasih Dirga.
Acara juga dihadiri Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, anggota DPRD Provinsi Bali, pimpinan dan anggota DPRD Tabanan, unsur Forkopimda, Sekda, para asisten, pimpinan perangkat daerah, serta undangan lainnya.
Kehadiran masyarakat yang memadati area festival turut menambah semarak pawai ogoh-ogoh mini yang berlangsung penuh keceriaan.

Diikuti Perwakilan TK dari Seluruh Kecamatan
Bupati Sanjaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa parade ogoh-ogoh mini Singasana kini memasuki tahun ketiga sejak pertama kali digelar.
Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat respons sangat positif dari masyarakat, khususnya anak-anak TK dan para pendidik.
Pada tahun ini, pawai diikuti 10 perwakilan TK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan.
Sanjaya menjelaskan bahwa kegiatan ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada awal pelaksanaannya, parade hanya melibatkan TK di Kecamatan Tabanan. Kini, partisipasi telah meluas hingga seluruh kecamatan di kabupaten tersebut.
Kreativitas Anak-anak Semakin Berkembang
Menurut Sanjaya, kreativitas anak-anak dalam membuat ogoh-ogoh juga mengalami peningkatan signifikan.
Jika pada pelaksanaan awal sebagian ogoh-ogoh masih banyak dibuatkan oleh orang tua atau guru karena keterbatasan waktu, kini anak-anak sudah mulai dilibatkan sejak awal proses pembuatan.
“Sekarang anak-anak sudah mulai diajak berkreasi sejak jauh hari. Bahkan sejak dua minggu sebelumnya mereka sudah dilibatkan membuat ogoh-ogohnya sendiri. Ini tentu patut kita apresiasi,” ujar Sanjaya.
Ia menegaskan bahwa pelestarian adat, agama, seni, dan budaya merupakan bagian penting dari visi pembangunan daerah yang sejalan dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Menurutnya, budaya Bali dapat tetap lestari karena nilai-nilainya telah ditanamkan sejak usia dini kepada generasi muda.
“Kalau anak-anak sudah semangat, tugas pemerintah adalah mengayomi dan memberikan dukungan agar budaya Bali, khususnya ogoh-ogoh di Tabanan, semakin semarak,” tambahnya.
Ajang Pelestarian Budaya Sejak Usia Dini
Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan bahwa parade ogoh-ogoh mini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana pelestarian adat, seni, tradisi, dan budaya Bali.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak-anak sebagai generasi penerus Tabanan.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mempererat kebersamaan serta membangun interaksi positif di kalangan anak-anak TK agar semakin berkembang di masa depan.
Tema Festival Singasana III
Ketua Panitia I Made Subagia menjelaskan bahwa pawai ogoh-ogoh mini tahun ini mengusung tema:
“Nyomya Butha Kala Nyanggara Nawa Warsa I Caka 1948 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana.”
Menurutnya, kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan penuh dari Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan serta berbagai pihak terkait.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan dan kesempatan yang diberikan sehingga kreativitas anak-anak TK di Kabupaten Tabanan dapat terus berkembang.
Festival Ogoh-Ogoh Singasana tidak hanya menjadi ajang hiburan budaya, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai tradisi Bali sejak dini.
Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang dinantikan setiap tahunnya. (BEM/Pro)




