Denpasar, Balienews.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar terus menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber hingga tingkat banjar di seluruh kecamatan. Program ini menyasar anggota PKK di tingkat komunitas untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.
Kegiatan tersebut disampaikan Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa di Denpasar, Rabu (11/3), sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Denpasar dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang dimulai dari rumah tangga.
Edukasi Sampah Dimulai dari Rumah Tangga
Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, mengatakan sosialisasi ini difokuskan kepada para anggota PKK di banjar-banjar agar mereka mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis sumber sangat efektif jika dimulai dari skala rumah tangga, terutama melalui kebiasaan memilah sampah sejak awal.
Sebagai garda terdepan dalam keluarga, para ibu dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan baru terkait pengelolaan sampah di rumah.
“Kami di TP PKK Kota Denpasar sebagai mitra pemerintah berkomitmen mengedukasi masyarakat terkait program ini. Jika dimulai dari rumah sendiri, dampaknya akan besar bagi pengelolaan sampah di Kota Denpasar,” ujar Ayu Kristi.
Pembagian Komposter dan Edukasi Penggunaannya
Selain sosialisasi, TP PKK juga membagikan komposter atau compost bag kepada masyarakat sebagai sarana pengolahan sampah organik di rumah.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai cara menggunakan komposter, jenis sampah organik yang dapat diolah, hingga tips penempatan komposter di lingkungan rumah.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong masyarakat mengolah sampah secara mandiri sehingga volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang.
Banjar di Renon Dapat Ribuan Komposter
Lurah Renon I Gede Suweca mengapresiasi program tersebut dan menyatakan masyarakat di wilayahnya siap mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber.
Pada tahap awal, sebanyak 175 unit komposter dibagikan kepada warga Banjar Pande, Renon.
Ke depan, pembagian komposter akan dilakukan secara bertahap di banjar lain di wilayah Renon dengan total sekitar 3.003 unit komposter.
“Dengan pembagian ini, kami berharap pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga dapat berjalan optimal,” kata Suweca.
Dorong Gotong Royong untuk Lingkungan Bersih
TP PKK Denpasar juga mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian kolektif dalam menjaga lingkungan.
Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar.
Dengan kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari rumah, diharapkan Denpasar dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Program sosialisasi ini menjadi salah satu langkah konkret membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri.
Dukungan warga dari tingkat rumah tangga hingga banjar diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Denpasar yang bersih dan berkelanjutan. (BEM)




