Denpasar, Balienews.com – Ratusan umat Muslim di Dusun Wanasari, Denpasar, Bali, merayakan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah dengan mengarak miniatur masjid bernuansa Bali pada Jumat malam. Tradisi ini menjadi simbol kuat toleransi antarumat beragama di Pulau Dewata, terutama setelah perayaan Hari Raya Nyepi yang berlangsung sehari sebelumnya.
Perayaan ini melibatkan pemuda, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang berjalan kaki sejauh sekitar 3 kilometer sambil mengumandangkan takbir. Miniatur masjid yang diarak memiliki ukuran sekitar 1,5 x 3 meter, dihiasi ornamen khas Bali seperti bale kulkul di setiap sudutnya.
Miniatur Masjid Bernuansa Bali Jadi Ikon Toleransi
Pengurus BPD Kampung Muslim Wanasari, Farhan Hani, mengatakan bahwa miniatur masjid tersebut merupakan hasil kreativitas pemuda setempat yang menggabungkan unsur budaya lokal dengan nilai keislaman.
Menurutnya, konsep tersebut lahir dari hubungan harmonis antara umat Muslim dan Hindu di wilayah tersebut.
“Ini bentuk kreativitas sekaligus wujud toleransi. Kami ingin tetap menjaga identitas lokal Bali dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Harmoni Muslim-Hindu Terjaga di Wanasari
Farhan menjelaskan, hubungan antarumat beragama di Wanasari sudah terjalin sangat baik. Bahkan, warga Muslim turut berpartisipasi dalam pengamanan Hari Raya Nyepi bersama pecalang dan masyarakat adat.
Selain itu, tradisi membangunkan sahur yang biasanya dilakukan menjelang Idul Fitri juga sempat dimajukan waktunya agar tidak mengganggu rangkaian Nyepi.
Langkah ini menjadi bukti nyata sikap saling menghormati antarumat beragama di Bali.
Ratusan Warga Ramaikan Malam Takbiran
Sejak sore hari, ratusan warga telah berkumpul di depan Masjid Baiturrahmah Denpasar. Puncak arak-arakan takbiran tiba sekitar pukul 21.00 WITA.
Peserta yang didominasi anak-anak dan pemuda membawa obor, bendera, serta hiasan bulan sabit. Sepanjang perjalanan, gema takbir “Allahu Akbar” terus dikumandangkan selama kurang lebih satu jam.
Suasana semakin meriah dengan iringan tabuhan genderang yang menambah semarak perayaan malam kemenangan tersebut.
Inisiatif Pemuda, Didukung Pengamanan Ketat
Pendiri Forum Peduli Wanasari Bersatu (FPWB), Ilham Supriadi, menyebutkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan takbiran merupakan inisiatif pemuda setempat.
Pihak forum, pengurus kampung, aparat kepolisian, serta pecalang turut terlibat dalam pengamanan acara.
Ia menilai antusiasme masyarakat tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, sehingga diperlukan pengamanan ekstra untuk menjaga kelancaran acara.
Perayaan takbiran di Wanasari tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga cerminan nyata toleransi dan kebersamaan di Bali. Harmoni ini diharapkan terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (BEM)




