Tabanan, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memperkuat teba modern (Tempat Olah Sampah Setempat/TOSS), TPS3R, dan bank sampah.
Langkah ini dilakukan untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA Mandung, dengan target 63,4 persen sampah terkelola pada 2026. Upaya ini digencarkan seiring proyeksi timbulan sampah mencapai 239,195 ton per hari.
Fokus Pengelolaan dari Hulu
Plt Kepala DLH Tabanan, IGA Rai Dwipayana, menegaskan bahwa strategi utama terletak pada penyelesaian sampah dari sumbernya.
“Jika pengelolaan di hulu berjalan optimal, maka hanya residu yang masuk ke TPA, sehingga beban bisa ditekan,” ujarnya, Kamis (26/3).
Dari total proyeksi 239,195 ton sampah per hari pada 2026, sekitar 151,65 ton ditargetkan dapat terkelola, sementara 86,81 ton sisanya masih menjadi tantangan.
Optimalisasi TPS3R dan Bank Sampah
Saat ini, Tabanan memiliki 44 unit TPS3R, terdiri dari 32 unit aktif dan 12 unit tidak aktif, dengan kapasitas pengolahan mencapai sekitar 140 ton per hari.
Di sisi lain, terdapat 5 bank sampah induk (2 aktif, 3 tidak aktif) serta 439 bank sampah unit, dengan 233 unit aktif dan 206 unit tidak aktif.
Untuk meningkatkan capaian, DLH merancang:
- Optimalisasi 24 TPS3R eksisting
- Reaktivasi 11 TPS3R
- Pembangunan 2 bank sampah induk baru
- Penambahan 24 bank sampah unit
Peran Teba Modern dan Desa Adat
Penguatan pengelolaan sampah juga didukung oleh 6.366 teba modern (TOSS) yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas ini menjadi ujung tombak pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumber.
DLH turut mendorong keterlibatan desa adat melalui penyusunan pararem (aturan adat) terkait kewajiban pemilahan sampah.
“Pararem memiliki kekuatan sosial yang membuat masyarakat lebih disiplin dalam mengelola sampah,” jelas Dwipayana.
Edukasi dan Keterlibatan Lintas Sektor
Upaya ini juga diperkuat melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang menyasar masyarakat, pelaku usaha, hingga sekolah.
Pemerintah berharap edukasi sejak dini dapat membangun kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Target Pengelolaan Sampah 2026
Melalui langkah terpadu ini, Pemkab Tabanan optimistis dapat mencapai target pengelolaan sampah sebesar 63,4 persen pada 2026 sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPA Mandung.
Mari mulai dari diri sendiri—pilah sampah dari rumah untuk masa depan lingkungan yang lebih bersih. (BEM)




