BerandaLingkunganBuleleng Stop TPA Open Dumping, Warga Diminta Pilah Sampah

Buleleng Stop TPA Open Dumping, Warga Diminta Pilah Sampah

Buleleng, Balienews.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan akibat overkapasitas. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun mengambil langkah tegas dengan mewajibkan masyarakat memilah sampah dari sumbernya mulai 1 Mei 2026, sebagai upaya mengatasi lonjakan timbulan sampah yang mencapai rata-rata 450 meter kubik per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, mengatakan kondisi ini diperparah karena sistem pengelolaan yang masih menggunakan metode open dumping atau pembuangan terbuka. Kebijakan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

TPA Bengkala Kelebihan Kapasitas

Lonjakan volume sampah yang terus terjadi membuat kapasitas TPA Bengkala tidak lagi memadai. Situasi ini dinilai mendesak untuk segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

“Kami semua diharapkan dapat segera berubah ke arah yang lebih baik. Mudah-mudahan kami bisa berbenah bersama dalam pengelolaan sampah,” ujar Gede Putra Aryana, Minggu (12/4/2026).

Hanya Sampah Residu yang Boleh Masuk TPA

Kebijakan baru ini merupakan bagian dari transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). Nantinya, TPA Bengkala hanya akan menerima sampah residu, sementara sampah organik tidak lagi diperbolehkan dibuang ke lokasi tersebut.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi TPA yang sudah tidak memadai menuntut perubahan pola pikir masyarakat.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Sistem Open Dumping Dihentikan Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menargetkan penghentian sistem open dumping pada akhir Juli 2026. Langkah ini selaras dengan kebijakan nasional untuk beralih ke sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari implementasi, pemerintah daerah akan mengoptimalkan sistem pengangkutan sampah berdasarkan jenis, yakni organik dan anorganik.

Peran Aktif Masyarakat dan Aparat Wilayah

Untuk menyukseskan program ini, Bupati Sutjidra meminta seluruh pimpinan wilayah, mulai dari camat hingga kepala desa, agar aktif melakukan pembinaan kepada masyarakat.

Sosialisasi akan terus digencarkan guna meningkatkan kesadaran warga untuk memilah sampah sebelum dibuang.

Ayo Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Langkah ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Buleleng untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Dengan memilah sampah sejak dari rumah, beban TPA dapat dikurangi sekaligus menciptakan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI